Sore kemarin di bus selepas latihan presentasi ada perempuan cantik colek2 si saya mau berkenalan, sebut saja namanya Syafa (kedengerannya sih begitu, maklum di bis rame). Syafa adalah seorang ibu dari 2 orang anak yang sedang dalam proses interview di kampus saya. Dia melihat saya keluar dari kampus dan penasaran ada wanita berhijab yang bebas keluar masuk kampus. Untuk kita perempuan Indonesia, menuntut ilmu setinggi2nya dan bekerja sambil bebas beribadah adalah hal yang biasa, tapi untuk muslimah Perancis (apalagi yang keturunan imigran) hal yang biasa itu meupakan kemewahan...
Syafa kecil bercita2 menjadi dokter namun karena ijin keluarga dan biaya dia harus mengurungkan niatnya dan menikah, tapi alhamdulillah dia sempat mengenyam pendidikan dan dapat bekerja di bidang administrasi. Ditengah pembicaraan Syafa sempat berkata "If you can wear hijab inside the building then i can wear it too" tapi sebelum saya sempat menjawab dia tiba2 bilang "Oh, but it might be just for the student and not for the employee" *jlebb, si saya jadi kehilangan kata2.. Ketika sampai pada topik shalat, saya cerita bahwa ketika internship saya shalat saat istirahat siang di kantor yang kosong, Syafa sempet terkejut karena mengira saya nekat. Ternyata ia pernah dipecat dari pekerjaannya karena si bos melihat dia shalat (padahal dia shalat di kantor yang kosong pas sedang istirahat), mendengar itu giliran saya yang bengong.. Saya jadi ingat beberapa muslim Algeria di kantor Paris selalu sembunyi2 kalau mau sholat, mereka takut ketahuan dan di pecat (maklum lah sekarang di Perancis susaaaaaaah banget nyari kerja). Awalnya saya sempet mikir kalau mereka berlebihan, tapi mendengar cerita Syafa kok ya jadi miris (So much for egalite, fraternite, & liberte)...
Jadi kawan, kalau kamu perempuan yang bebas menentukan cita2, bebas berhijab, dan bebas beribadah mari sama2 ucapkan "Alhamdulillah" dan mohon doanya untuk saudari2 kita semoga mendapatkan "kemewahan" yang sama...
ps: mohon doanya juga untuk Syafa, semoga diberi kemudahan dalam interviewnyaaa ^o^
December 10, 2012
The Philosopher Erich Fromm forecast a society obsessed with possessions. He believed that human beings had two basic orientations, having and being. The person with the having orientation seeks to acquire things, property and to even possess people. The person with the being orientation focuses on the experience. They derive meaning from the exchanging, engaging and sharing with other people. Fromm also predicted a culture driven by commercialism like the one we live in now is doomed to the “having” orientation which leads to dissatisfaction and emptiness. (Quoted from one of the CSI episode)
I guess it's no longer a forecast... it's so sad to witness the society just jump willingly into this emptiness and lose sight of what really matter...
December 07, 2012
hey diri, kalau pada satu waktu si kamu terlalu banyak mengeluh, merasa kecil, dan hampa
maka lebih banyaklah memberi (ilmu, harta, atau apapun yang baik dari si kamu)
dengan itu semoga Ia yang maha baik menganugerahkanmu rasa syukur...
Tanpa menyaksikan penampakan saya, banyak teman dari bali atau india yang berasumsi kami teman sekampung. Sebagian teman dari eropa heran karena nama saya plural (sara-s). Reaksi yang paling hebat adalah teman saya yang berasal dari Maroko. Ketika ia tahu bahwa nama saya sama seperti nama dewi (sarasvati), saya langsung diminta ke pengadilan dan ganti nama (*o*)...
Waktu kecil, saya menganggap bahwa nama hanyalah kumpulan dari huruf yang dilekatkan pada seseorang sebagai identitas. Tentu menyenangkan memiliki nama yang bagus, tapi nama biasapun ga masalah asalkan ga terlalu aneh. Setelah banyak kejadian seperti saya sebutkan diatas, barulah saya coba untuk cari arti nama saya sekalian ingin tahu doa apa yang disematkan oleh kedua orang tua...
Inilah hasil dari pencarian di internet:
Saras (jawa) : waras
Nawang (jawa) : memandang
Sari (jawa) : inti
Kalo digabungkan mungkin berarti orang yang secara sadar melihat hal yang esensial...
Dua minggu yang lalu ada air mata jatuh dari kawan2 venezuela saya, harapan yang dipupuk bertahun2 itu belum menemukan labuhannya.. Air mata yang sama juga yang jatuh dari mata saya (mungkin juga jutaan rakyat Indonesia) 16 tahun yang lalu.. Doa kami pun tak jauh berbeda "Tuhan, tolong turunkan orang tua itu, tak mengapa jika kami harus bekerja keras sepeninggalannya selama kami punya kesempatan yang sama dan tak lagi merasa takut"..
Sekarang negara tercinta ini juga masih berjalan tertatih2, belum semua rakyatnya punya kesempatan yang sama, dan rasa takut masih terkadang datang. Tapi saya merasa, berpikir bahwa masa yang 32 tahun itu lebih baik dari saat ini adalah satu bentuk dari kufur nikmat...
Bakar saja jembatan itu
agar tak ada opsi untuk kembali
October 05, 2012
...
penantian itu sekarang terasa seperti berenang mengarungi waktu
senin sampai jumat mewakili saat kepala berada dibawah air
sabtu-minggu saatnya mengambil nafas sambil tak henti bertanya
"bagaimana bertahan sampai akhir minggu selanjutnya"
semoga kita menjadi bangsa yang cerdas, pekerja keras, optimis dan santun...
**cuma sekedar pemikiran
kemerdekaan bukan lantas sejahtera,
kemerdekaan adalah terbukanya kesempatan untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik...
mari sama2 berbenah (dan tolong berhenti mengeluh dan memaki)...
Pelanggan (Pg): Pak, mending bikin bakminya langsung banyak, jangan satu2 gitu
Pakdhe (Pd): -senyum dikit-
Pg: Kalo gini kan lama nunggunya, semaleman paling bisa bikin berapa sih, *blah blah blah
Pd: -sambil meracik bumbu- Bu, kalo mau di ujung jalan sana ada yang jual bakmi jawa juga, rasanya ga beda ko, monggo
Pg: Heh, eh eh, saya tunggu saja deh pak
Dooh saya jadi terharu, ada juga pedagang macem pakde ini. Sebelumnya Budhe (istri sang pakdhe, kebetulan kami menginap dirumah mereka) sudah wanti2 ke mama untuk pesan dari mulai buka (selepas magrib) agar tak harus menunggu lama. Bakmi dan nasi goreng pakdhe ini memang dibuat satu persatu sesuai urutan pesanan, meracik bumbu, memotong dan masukan bahan2nya juga satu persatu. Menurut pakdhe, dengan begitu setiap mangkuk terjaga rasanya.
Perlakuan 'istimewa' itu ga hanya kepada pelanggan tetapi juga kepada cucu2 beliau yang kebetulan datang hari itu (padahal gratisan). Hmm, jadi inget film2 jepang macam 'udon', ada juga ternyata idealisme dibalik semangkuk bakmi jawa..
ps: kalo mau tambahan telur, kita bisa bawa sendiri loh :)
*posting sambil denger lagu Jogja-nya Kla ... 4 days to go before vacation (^o^)
August 12, 2012
Hijrah.... How did they do that, to have no doubt in their heart, leaving what they have and starting over
Hudaibiyah... How did they do that, to keep the faith inside when all seems wrong
Pernah kepikiran ga sih hidup di jaman Rasul? disaat kita harus memilih antara mengikuti kebenaran dengan resiko kehilangan harta dan kedudukan atau menutup mata-telinga-hati serta tetap melanjutkan hidup seperti tak ada masalah.. Hmmm
Kalau ditelaah lagi sekarangpun, disetiap langkah, saya dihadapkan pada pilihan yang (kurang-lebih) sama bukan?.. Hmmm
Sebelum field trip minggu kemarin si saya sempat nonton kick Andy versi Dahlan Iskan di Youtube. Salah satu perbincangan menarik adalah mengenai standar kemiskinan jaman sekarang di Indonesia. Menurut pak Dahlan, meskipun dulu tidak memiliki sepatu dan hidup seadanya, beliau tidak merasa miskin.... Saat field trip, saya juga berdiskusi dengan seorang teman dari kuwait tentang standar miskin. Kawan saya menyebutkan bahwa di negaranya, jika kita punya mobil hanya satu (meskipun juga memiliki pekerjaan dan rumah) itu bisa dianggap miskin \(*0*)/.... Di buku yang sedang saya baca ada juga bahasan tentang masalah ini: “I'm a rich man. To have everything you need is the definition of affluence.”
― Lee Child, Gone Tomorrow Dulu saya berpikir kaya-miskin adalah tentang yang dimiliki/tidak dimiliki, tapi dengan bertambahnya umur saya berpikir bahwa itu juga mengenai apa yang dirasa...
Sejak bulan maret kemarin si saya berhibernasi tidak membaca buku (kecuali buku kuliah), bukan karena tidak ada buku berbahasa inggris di negara ini, melainkan karena mood membaca saya sedang tidak baik dan tumpukan buku yang ada (hahahahaha iya si saya mengaku menimbun buku juga disini) genrenya tidak membangkitkan selera...
Untuk menstimulus dan memanfaatkan fasilitas diskon 50% dari Total, si saya memutuskan mencoba genre thriller :).. Buku pertama yang dipilih adalah Hanging Hill nya Mo Hayden.. Hoho tenyata bagus, si saya sampe sempet hampir kelewatan halte bis beberapa kali.. Tapi yang paling mengganggu adalah akhirnya yang ga tuntas, ngga bikin penasaran malah bikin sebel *dooh.. Setelah itu saya berganti pengarang dan menemukan The Affair nya Lee Child, awalnya karena ada rekomedasi dari Ken Follet yang berbunyi "Right now Lee Child is my no.1 thriller writer", well if it's no.1 for him then case closed, right :)..
Hasilnya, cukuplah foto di bawah ini yang menjelaskan..
dia ber-anak :p
Bodohnya adalah si saya kalap borong 5 bukunya 3 hari sebelum ujian EOR (10 books to read (*o*))... Tapi tetep dong bela2in milih novel yang paling tipis dan begadang baca...
Conversations below describes how cool Jack Reacher is:
Jack: "Shit happens", no need to get all worked up about it"
Kid: "What the hell kind of answer is that?"
Jack: "The only kind. It was minor collateral damage. Means nothing unless it comes back to bite us. Bottom line, we can't change it, so we move on"
June 23, 2012
A week ago i apologized to one of my friend because i was rude in several occasions when he asked me some questions.. He said he was sad but he never hold grudge on me... I said i will never ever act like that again and i try to keep my word...
This week I tried to think before i acted or said anything to anyone, I tried hard to have some patience (although i think its not in my gene) and I tried to spent some time if anyone asked me anything..
Before the end of the week he came to me, sat, grabbed a pen and wrote this on my book..
"I want to say thank you for everything, I'm very happy with you"
There were tears in my eyes.. I felt like the worst person in the world...
I always take everything for granted and forget to appreciate what is coming to me..
Yet He always give me friends everywhere I go, the kind of friend who stays with me even after I throw my "atitude"...
*i am so despicable :((
June 04, 2012
dalam duduk diam yang ini datang sederet kesadaran
bahwa ada berlimpah syukur yang harus diberi bentuk
bahwa ada khilaf diri yang perlu perbaiki
satu persatu.. satu persatu...
seperti tetesan air yang membuat tanda di batu
April 30, 2012
in the ocean of daisies, accompanied by the spring breeze..
oh, how i wish you are here..
April 07, 2012
I never know where will I be tomorrow...
just hope for the best and be grateful with where I am right now...
Semoga kini kau berada diperaduan bersama bidadari...
Berlari, terbang, bernyanyi dan menari...
Menyimak kisah2 dari Sang pemilik cerita...
Menyerap ilmu dari sumber segala pengetahuan...
Bahagia dan tenang dalam kasihNya...
Sungguh kami menyayangimu wahai perempuan yang lembut hatinya,
Maka kami mengikhlaskanmu menuju keabadian...
March 12, 2012
Beberapa waktu ini saya duduk disamping beberapa teman dan belajar sebuah "trend" baru. Ketika mereka berhadapan dengan masalah seperti tidak mengerti materi yang sedang diterangkan, mentok ngerjain tugas, atau proyek yang sedikit rumit, they would said "this is garbage". Nah lucunya, ketika saya coba terangin ulang (kalo kebetulan si saya ngerti) trus mereka ngerti, baru mereka dengerin dosen dengan seksama dan kadang malah lebih tertarik daripada si saya.
Kalau dipikir2 lagi, andai kesempatan ini datang 4 tahun yang lalu, besar kemungkinan saya juga akan mengatakan hal yang sama (walau dalam hati saja ;)). Berkat 4 tahun tempaan (berlebihan) di TEPI, komentar si saya yang paling sering di kelas adalah "OOOOOH, gitu toh maksudnya", hehe dulu pas ngerjain study mikir apa ya (ato ga mikir (-_-!)). When i cannot relate knowledge with some aplications, i cannot feel the order of magnitude of it, thus it goes from ears straight to the black hole on my brain (aaah, now i know where all those chemistry stuff went to).
Mungkin salah satu cara lain mengikat ilmu adalah dengan mengajar. Dari pengalaman, kadang ada anak yang mengajukan pertanyaan cerdas seperti "kenapa bisa begitu bu?", nah karena pacuan adrenalin, seringkali saya menemukan jawaban atau analogi jitu ketika berdiri didepan papan tulis sambil melongo bego dan jantung berdebar. Dan itu kawan, sangat berkesan :)...
Waktu sungguh baik ya kawan, ia membantumu berdamai dengan kisah lalu dan mengajarimu tak lagi menyalahkan diri sendiri untuk sesuatu yang tak bisa kau cegah datangnya.. Lihatlah dirimu sekarang, penuh cinta dan lebih kuat dari yang pernah kita berdua bayangkan dulu.. Peluk dari jauh 0-(^o^)-0
there's a big chunk of selfish-anti-social-ignorance side in me,
so dark and gloomy like winter...
i hope spring can paint it with beautiful colours
(^o^)
Kalo ada yang nanya gimana rasanya hampir ketabrak bus, sekarang saya bisa jawab...
Ceritanya malem ini saya abis lembur ngerjain proyek di kampus... Berhubung cuaca dingin, jadi pengen buru2 nyampe rumah (plus ngelamun), saya lupa nyebrang ga liat lampu lalu lintas (o_0). Sempet kedengeran klakson si bis (ya iya lah orang cuma beda 50 cm doang)... Udah kaya tayangan lambat gitu, dalem hati sempet was-was "wah gw ketabrak nih" (sempet ngeliat juga bemper bus udah mau nyosor kaki), alhamdulillahnya sempet ngeles jadi ga ketabrak, orang2 udah pada teriak2 (jadi malu)... Nah, karena saya tadinya ngelamun jadi belum sadar bener kalo hampir ketabrak dan ga sadar kalo diliatin orang sampe ada orang yang negur "eee, ça va?"... Dong dong (*o*)... Maaf lahir batin ya pak supir, fellow pejalan kaki yang sempet jantungan dan pada bangsa indonesia (saya sungguh mencoreng nama bangsa dan negara (o_0))....
Perasaan sesudah itu sungguh nano-nano, antara ngerasa bego banget sampe pengen jitak kepala sambil loncat2, lega banget karena ga jadi ketabrak, ngeri banget karena hampir celaka, malu banget sama semua-muanya, dan laper sesorean hilang tak berbekas... Jadi mengerti, ketika dihadapkan pada sesuatu yang "besar" hal2 kecil ga lagi terasa membebani... Alhamdulillah masih diberi hidup, masih diberi kekuatan dan kesempatan untuk nabung pahala, melanjutkan rencana2, menyelesaikan hutang-piutang dan ketemu lagi sama orang2 tercinta (insya Allah)...
Pelajaran buat si saya :
Ga peduli kebiasaan penduduk setempat macam apa!!! PATUHI PERATURAN LALU LINTAS, bukan cuma buat keselamatan saya sendiri tapi juga demi orang banyak...
Kenalkan, namanya adalah Maya, umurnya 3 tahun.. Berhubung penghuni rumah lembang, kecuali maya, sudah diatas 20 tahun yang tentu saja tidak manis dan lucu lagi, jadilah gadis kecil ini the apple of our eyes...
Maya sering bantuin ngerecokin mama nyabutin gulma dihalaman rumah, sebenernya niat maya baik bantuin mama, tapi mungkin karena masih kecil, dia malah banyak nyabutin rumput/bunganya daripada gulma, mama juga sih yang salah mempekerjakan anak dibawah umur :p... Jadi kalo pagi2 di lembang mendengar mama teriak2, harap maklum...
Maya suka plin-plan, beberapa bulan yang lalu dia takuuuut banget sama si dimas, disamperin dikit pasti langsung nangis, ga ada yang tau sabab musababnya... Salahnya dimas juga sih, tau begitu bukannya baik2 sama maya dia malah sering iseng (- -!)... Nah bulan kemarin, berubah lagi kelakuan si maya, dia sekarang nangis kalo dimas pergi ga bilang2, pokoknya maya harus cium tangan dimas dulu kalo dimas mau pergi (repot juga ya yang jadi pacarnya nanti)...
Maya juga cengeng, nangisnya minimal sehari tiga kali, kalo maya nangis Mba Dar (ibunya) marah, kalo ibunya marah maya nangisnya tambah kenceng trus ibunya tambah marah (nah bingungkan ga ada ujungnya, bayangkanlah kalo itu terjadi 3 hari sekali (- -!))... Tapi meskipun begitu mba dar sayaaang banget sama puteri semata wayangnya ini, tiap hari rambut maya pasti ganti model (ada kuncir samping, kuncir dua, kuncir atas, dll). Mba dar juga ga pernah cape ngajak maya ngobrol, walhasil sekarang maya sudah lancar ngomong :)...
Karena Ambo tahu isterinya kesepian, dia ga lupa mengabarkan tentang si manis maya :)
Persoalan BUMN dan perusahaan negara cukup dekat dihati si saya, secara papa adalah karyawan BUMN dan mama PNS, namun karenanya pula sebelum saya tahu mau jadi apa saya terlebih dulu memutuskan untuk tidak bekerja disana, trauma? mungkin :)... Orang tua saya termasuk mereka yang tidak sungkan untuk berbicara soal pekerjaan dengan anak2nya, jadi sedikit banyak saya mendapat gambaran soal carut-marutnya kondisi disana... Tambahan lagi tinggal di kompleks BUMN memberi trauma untuk pertumbuhan mental (*berlebihan :p), suasana materialistik-kapitalis-feodalisme benar2 merusak cara berpikir saya sebagai anak bawang... Di SD saya, status macam anaknya siapa; jabatan orangtuanya apa; rumahnya dimana; dan masalah2 seperti itu menjadi baseline status sosial (-_-!), so frustrated... Maka ketika lulus dan pindah ke sekolah negeri, saya seperti anak kecil yang diajakin ke dufan untuk pertama kalinya (bebaaaas dan excited)...
note : ada juga loh positifnya SD saya itu : fasilitasnya lengkap, disiplinnya baik, pengajarnya oke, kegiatannya banyaaaak '\(^o^)/`
Balik lagi ke persoalan BUMN dan perusahaan negara, ada angin sejuk yang membuat saya jadi semangat, dimulai dari tahun2 kemarin ketika Departemen Keuangan mulai berbenah2 trus PLN juga mulai untuk mereformasi diri ^o^. Paling seneng waktu nemu site kliping soal Pak Dahlan Iskan, karena dari sini saya jadi tahu betapa semangatnya PLN berbenah. Yang membuat saya optimis ialah mendengar bahwa banyak karyawan PLN yang memang menunggu2 reformasi ini, huhuuy. Di semua lembaga negara pasti banyak yang merasa resah dan mau bekerja keras untuk sebuah perubahan. Semoga optimisme ini juga menjalar. Saya jadi inget banyak temen2 yang sekarang bekerja di BUMN dan lembaga negara, semangat kawan....
'\(^o^)/`
Dan dari sini saya jadi tahu apa mau saya kedepan, yosh....
she is one of my special friend,
a best friend anyone could wish for,
it has been 13 years, yet i can still remember her worried face when i told her i didn't knew my way home :), then she took care of me like a big sister...
we went through hard time and happy moments together...
i never told her, but i always admire her...
nuney, barakallah...
hope you'll find your happiness with him
ps : i am so happy happy happy for this day, sorry i can not come to your wedding, dear...
Sejak si saya sekolah lagi, suwami tercinta menjadi sumber update berita tentang keluarga, teman, gosip artis sekaligus berita yang sedang hangat di Indonesia. Suatu hari suwami sempat mengeluh "isteri, masa tiap hari beritanya tentang pembunuhan terus, jadi cape ngikutin berita". Ternyata suami saya tidak sendiri, dari update di FB dan sosial media sejenisnya pun bny teman merasakan hal yang sama, pesimis dengan keadaan negara tercinta. Hal ini bikin saya jd penasaran, masa sih ga bny berita positif di Indonesia?....
Dengan semangat "Manufacturing hope" yang ditularkan pak Dahlan Iskan, si saya berniat memulai postingan yang memuat arus positif yang berkembang di Indonesia, karena saya percaya mottonya Indonesia mengajar yang berbunyi "Optimism is contagious"...
Mari kita mulai (bismillah)...:
+ minggu #1 +
Indonesia Mengajar
Dibawah ini adalah presentasi dari Pak Anies Baswedan tentang "Indonesia Mengajar"
Ide awal Indonesia Mengajar berasal dari
Anies Baswedan. Pada dekade 1990-an, Anies adalah mahasiswa dan aktivis di
Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia adalah Ketua Umum Senat Mahasiswa UGM dan
terlibat di berbagai aktivitas kemahasiswaan. Pada masa itu, ia bergaul dan
belajar banyak dari seorang mantan rektor UGM periode 1986-1990: Prof Dr
Koesnadi Hardjasoemantri (Pak Koes). Pak Koes, seorang keturunan ningrat dari
Tasikmalaya, adalah eks Tentara Pelajar yang pasca-revolusi kemerdekaan menjadi
mahasiswa di UGM yang baru berdiri di Jogja.
Pada tahun 1950an, Pak Koes menginisiasi
sebuah program bernamaPengerahan Tenaga
Mahasiswa (PTM), yakni sebuah program untuk mengisi kekurangan guru
SMA di daerah, khususnya di luar Jawa. Dalam beberapa kasus, PTM ini justru
mendirikan SMA baru dan pertama di sebuah kota kabupaten. Pak Koes adalah
inisiator sekaligus salah satu dari 8 orang yang menjadi angkatan pertama PTM
ini. Beliau berangkat ke Kupang dan bekerja di sana selama beberapa tahun.
Sepulangnya dari Kupang, ia mengajak serta 3 siswa paling cerdas untuk kuliah
di UGM. Salah satunya adalah Adrianus Mooy yang di kemudian hari menjadi Gubernur
Bank Indonesia. Cerita penuh nilai dari PTM inilah salah satu sumber inspirasi
bagi Indonesia Mengajar (sumber)
Kenyataan bahwa lebih dari 5000 putera-puteri terbaik indonesia ikut mendaftar untuk dan bersedia meninggalkan zona nyamannya membuktikan bahwa semangat untuk melakukan perbaikan ada didalam hati banyak anak muda di Indonesia.. pengajar muda ini adalah calon pemimpin bangsa yang akan menularkan semangat pada adik2 dan masyarakat yang bersentuhan dengannya...
Kalau Bung Karno butuh 10 anak muda untuk mengguncang dunia, maka perubahan macam apa yang bisa kita capai dengan lebih dari 5000 anak muda?...
Bukan hanya mereka yang bisa dan akan melakukan perbaikan untuk negeri ini, saya dan kamu juga bisa, mari2 ;)...
ps : yuk kita sebarkan semangat yang positif dimanapun, kapanpun, lewat media apapun dan pada siapapun... target pertama : si saya sendiri
December 06, 2011
it's a strange day, my friends from college were planning a rendez-vous through a social-media to meet my (other) friend whom has her delivery today (yaay)... at first, the conversation was a normal when-where to meet kind of stuff, but at the end they started to add some child talks...
suddenly i realize my surrounding, some petrophysic books, bunch of scrap papers full of formula, relatively big apartment with just me, thousand miles away from my husband and my family, and one more year of scholarship contract...
i know i have to be grateful for this opportunity (i am grateful)..
but i cant stop imagining a life together with him and our baby(ies) in our own house..
d*** those Pc curves makes me so sappy..
December 03, 2011
bermula dari :
"gw pengen cepet lulus kuliah", begitu status salah satu temannya teman di facebook...
jadi teringat :
"kalo ada mesin waktu, mau ngerasain SD lagi deh", perasaan saya selalu pas saat ujian di jalan ganesha...
trus kepikiran yang ini :
"gw pengen kaya waktu kuliah lagi", ujar seorang teman ditengah curhat panjangnya...
lalu jadi ngebayangin :
kalau ada mesin waktu atau kalau waktu bisa disogok macam oknum2 penguasa di negeri saya, dunia ini mungkin jadi semakin aneh saja....
inspired by Queen day in 101 JakFM today (already yesterday in waktu indonesia barat),
and celebrating this early weekend after bunch of exams and presentation,
this is a present for myself :
www.youtube.com
lets sing together
Teo Torriate (Let Us Cling Together)
When I'm gone no need to wonder
If I ever think of you The same moon shines The same wind blows for both of us And time is but a paper moon Be not gone
Though I'm gone it's as though I hold the flower that touches you A new life grows The blossom knows there's no one else Could warm my heart as much as you
Be not gone
Let us cling together as the years go by Oh my love my love In the quiet of the night Let our candle always burn Let us never lose the lessons we have learned
Teo toriatte konomama iko Aisuruhito yo Shizukana yoi ni Hikario tomoshi Itoshiki oshieo idaki
Hear my song still think of me The way you've come to think of me The nights grow long But dreams live on Just close your pretty eyes And you can be with me Dream on
Teo toriatte konomama iko Aisuruhito yo Shizukana yoi ni Hikario tomoshi Itoshiki oshieo idaki
When I'm gone they'll say we were all fools And we don't understand Oh be strong don't turn your heart We're all you're all we're all for all for always
Let us cling together as the years go by Oh my love my love In the quiet of the night Let our candle always burn Let us never lose the lessons we have learned
dengerin presentasi dari pak gita wiryawan si saya jadi semangat...
kalau dirunut2, si saya sekolah dan tinggal di perancis tuh dibiayai oleh penduduk indonesia... selama ini si saya berpikir kalau ilmu yang dipelajari disini jadi bekal dan referensi yang baik buat masa depan saya dan keluarga... tapi ternyata si saya berhutang banyak sama bapak2, ibu2, ade2, kakak2 yang udah bayar pajak tiap hari, jadi ga enak kalo cuma mikirin kemaslahatan diri sendiri...
yosh saya akan belajar lebih serius dan bekerja lebih keras..