March 12, 2012


Beberapa waktu ini saya duduk disamping beberapa teman dan belajar sebuah "trend" baru. Ketika mereka berhadapan dengan masalah seperti tidak mengerti materi yang sedang diterangkan, mentok ngerjain tugas, atau proyek yang sedikit rumit, they would said "this is garbage". Nah lucunya, ketika saya coba terangin ulang (kalo kebetulan si saya ngerti) trus mereka ngerti, baru mereka  dengerin  dosen dengan seksama dan kadang malah lebih tertarik daripada si saya.

Kalau dipikir2 lagi, andai kesempatan ini datang 4 tahun yang lalu, besar kemungkinan saya juga akan mengatakan hal yang sama (walau dalam hati saja ;)). Berkat 4 tahun tempaan (berlebihan) di TEPI, komentar si saya yang paling sering di kelas adalah "OOOOOH, gitu toh maksudnya", hehe dulu pas ngerjain study mikir apa ya (ato ga mikir (-_-!)). When i cannot relate knowledge with some aplications, i cannot feel the order of magnitude of it, thus it goes from ears straight to the black hole on my brain (aaah, now i know where all those chemistry stuff went to).

Mungkin salah satu cara lain mengikat ilmu adalah dengan mengajar. Dari pengalaman, kadang ada anak yang mengajukan pertanyaan cerdas seperti "kenapa bisa begitu bu?", nah karena pacuan adrenalin,  seringkali saya menemukan jawaban atau analogi jitu ketika berdiri didepan papan tulis sambil melongo bego dan jantung berdebar. Dan itu kawan, sangat berkesan :)...

0 komentar: