November 21, 2010

The Mysterious Benedict Society

Buku bagus ini menceritakan petualangan 4 anak dengan "bakat" istimewa untuk menyelamatkan dunia dari pengaruh mesin pembisik yang diciptakan oleh Mr. Curtain.
Keempat anak istimewa ini adalah :
  1. Reynie, seorang anak yatim-piatu yang menyukai teka-teki, pemberani dan peka terhadap perubahan emosi orang-orang disekitarnya
  2. Sticky, si anak botak yang memiliki photographic memory dan mampu membaca dengan cepat. Dia cenderung rendah diri.
  3. Kate, perempuan yang tidak bisa berpisah dengan ember "ajaib"nya ini lincah dan selalu positif.
  4. Constance, anak yang paling kecil ini keras kepala dan menyebalkan tapi sangat istimewa (tunggu sampai akhir buku 1 ya).
Penuturan ceritanya secara mengejutkan dapat mengalir dengan lancar meskipun ide ceritanya tidak orisinil. Begitu mulai membaca jadi susah berhenti (akhir-akhir ini jarang mendapatkan buku yang bisa begini).

Dalam buku ini, Pak Trenton Lee seperti menyindir pengaruh televisi terhadap perkembangan anak2. Adalah sebuah alat berbentuk kursi yang diciptakan oleh Mr. Curtain untuk menguasai dunia, alat ini diberi nama mesin pembisik. Sesuai dengan namanya, mesin ini mampu membisikkan doktrin2 kedalam kepala semua orang secara berulang-ulang. Dalam dunia nyata pengaruhnya sama seperti "doktrin" iklan2 di televisi (contoh : kulit putih + tubuh kurus = cantik)
Buku ini mungkin ditujukan Pak Trenton agar kita mengurangi kebiasaan berlama-lama didepan televisi.

Pesan Pak Trenton yang lain adalah :
1. Daripada nonton TV, banyak2lah membaca surat kabar
2. Jangan menilai orang hanya dari apa yang terlihat
3. Keberanian itu ada di hati dan bukan milik sebagian orang saja. Perlu kerja keras dan kasih untuk mengeluarkannya
4. Anak2 perlu didengar dan dimengerti, seringkali banyak ide hebat yang muncul dari pikiran mereka
... ntar deh dilanjutin lagi ^^.

Monggo dibaca bukunya, sudah ada jilid duanya juga.

November 06, 2010

pilah pilah

Akhir minggu adalah waktu wajib untuk bersih2 kamar. Pertama kali pindah, rasanya seneng beres2, tapi setelah itu males banget ngebayangin harus numpuk ulang pakaian, bersihin debu, nyapu, ngepel dan kawan2nya padahal kamar tercinta ga lebih dari 9m2 (bwahahaha aku sungguh pemalas).

Tapi sekarang si pintar "aku" sudah tidak lagi malas beresin kamar (huhuuuy). Ternyata kawan, cara paling ampuh menjaga kebersihan adalah dengan menciptakan siklus barang yang sehat. Formulanya adalah :
Materi yang datang =< Materi yang keluar 
Masalah pokok dari "hancur"nya keharmonisan kamar saras karena setiap kali si aku secara impulsif membeli barang, si anak nakal itu menumpuk dan kadang melupakannya, masa iya sih ternyata si aku punya 5 sabun mandi, 3 shampo, 3 sepatu dengan warna yang sama, beberapa baju yang sudah lupa kalo pernah dibeli serta 2 sapu (untuk kamar < 9m2!!!). Tengah tahun kemarin, secara berkala si malas sudah mulai mengurangi item-item yang tidak-masuk-akal-untuk-tidak-disumbangkan, setelahnya kamar terasa lebih terang. Selanjutnya giliran si sabar yang membongkar seluruh kamar untuk menemukan barang2 yang bisa disumbangkan. Yang terakhir adalah giliran si tega untuk menyortir barang2 penuh kenangan yang jika dipikir dengan akal sehat pasti ga bakal bermanfaat untuk si aku, inilah saat si aku disidang, berikut sedikit cuplikannya :

Adegan 1
T (tega) : Baju ini disumbang ya
A (aku) : Jangan, jangan yang itu, itu di beliin mama waktu pertama kali masuk kerja
T : Huh, emang sekarang pernah di pake?
A : Mmm, engga sih
T : Kenapa?
A : Mmm mmm alasan pribadi
T : Pribadi? who do you think i am? (sambil tersenyum sinis)
A : Iya deh, soalnya udah ga cukup lagi
T : Hmm that's easy SUMBANGIN
A : Tapi kan sekarang udah mulai kurus, pasti ntar cukup lagi
T : Yakin?
A : Mmm (sambil berpikir apa yang harus dilakukan untuk kembali ke ukuran badan waktu kuliah), cuma sedikit yakinnya
T : Puff (sambil melempar barang sengketa ke plastik) 

Adegan 2
T : 2 tas ini disumbangin!
A : Aaaaa jangan, itukan kenang2an dari Bali
T : Cuma di pake 2 kali!
A : Ntar pasti di pake lagi kalo ada kesempatan
T : Kenapa jarang di pake ?
A : Mmm soalnya kecil banget, cuma muat untuk HP sama duit.
T : Dompet?
A : Hehe itu pertanyaan jebakan ya?? mmm ga muat
T : Kesempatan pergi kemana tanpa dompet?
A : Mmm, ke kamar eka
T : Puff 

Setelah banyak adegan semacam di atas akhirnya menjadi terang dan legalah kamar saras..
Kalo dipikir-pikir, urusan perasaan juga kurang-lebih sama, jangan dibiarin numpuk. Harus sering2  dipilah2 biar ga sumpaek, mana yang mau di"simpan", mana yang harus "diselesaikan" dan mana yang mending dibuang..

Dare to try it??