Showing posts with label my favorite quotes and poets. Show all posts
Showing posts with label my favorite quotes and poets. Show all posts

March 25, 2011

Barakallahulaka my little one

I don't know why but this song reminds me of your frantic few days before the D-day....
Hey, we always have our "soul satellite" out there =).. Oh I forget, you already have yours by now =p

Sometimes I get tired of this me-first attitude
You are the one thing that keeps me smiling
That's why I'm always wishing hard for you

'Cause your light shines so bright
I don't feel no solitude
You are my first star at night
I'd be lost in space without you

And I'll never lose my faith in you
How will I ever get to heaven, if I do

Feels just so fine
When we touch the sky me and you
This is my idea of heaven
Why can't it always be so good?

But it's all right, I know you're out there
Doing what you've gotta do
You are my soul satellite
I'd be lost in space without you

And I'll never lose my faith in you
How will I ever get to heaven, if I do
lyric by : Paul Tucker

February 08, 2011

feels like humming

people said if you're in love then sing it out loud
wise people warn me that overreact is a jinx
so i'll just hum it

there always be a first time for everything
yesterday i miss you for the first time and it's amazing
i'll just hum it

little bit affraid though
will it last forever or just for today
i'll just hum it

need no opinion nor contemplation
it is what it is
so i'll just hum it, humming a love song

March 09, 2010

it's about you

.............
You ask me if I love you and I choke on my reply, I'd rather hurt you honestly than mislead you with a lie. And who am I to judge you on what you say or do?, I'm only just beginning to see the real you

Romance and all its strategy leaves me battling with my pride, but through the insecurity some tenderness survives, I'm just another writer still trapped within my truth, a hesitant prize fighter still trapped within my youth.

At times I'd like to break you and drive you to your knees, at times I'd like to break through and hold you endlessly. At times I understand you and I know how hard you've tried, I've watched while love commands you and I've watched love pass you by. At times I think we're drifters, still searching for a friend, a brother or a sister but then the passion flares again.

And sometimes when we touch the honesty's too much and I have to close my eyes and hide. I wanna hold you till I die, till we both break down and cry I wanna hold you till the fear in me subsides.
................
 Quoted from lyrics : Sometimes When We Touch - Dan Hill, Barry Mann

January 31, 2010

100 Tahun Muhammad Natsir

Diambil dari www.bukabuku.com

Untuk yang berniat membaca biografi Muhammad Natsir, saya menganjurkan untuk memilih buku yang lain karena buku ini hanya berisi tanggapan dan kesan orang2 terdekat beliau, sehingga pemikiran2 yang disampaikan sudah merupakan interpretasi dari orang lain. Namun, buku ini baik untuk pelengkap setelah membaca biografi beliau. Lepas dari itu ada beberapa pesan yang membekas dalam hati setelah membaca buku ini (oya, saya tidak menyelesaikan buku ini karena dari 6 orang pertama, ceritanya kurang lebih sama).

Pesan pertama adalah tentang kesederhanaan. Ditengah pemberitaan tentang mobil mewah dan rencana kenaikan gaji para menteri (setelah raport 100 harinya dinilai merah), rencana pembelian pesawat kepresidenan, pembelian so called kapal patroli terumbu karang yang kualifikasinya memenuhi setiap aspek kapal pesiar tetapi bukan kapal patroli, juga berita2 lain yang bernada sama, maka rasanya mempelajari kebersahajaan Bung Natsir (Perdana menteri RI 1950-1951) dan Bung Hatta  (Wakil Presiden RI sampai dengan tahun 1956) adalah sesuatu yang harus jadi agenda bapak dan ibu menteri yang terhormat. Sedikit cuplikan tentang kesederhanaan beliau :
"Ketika datang pertama kali ke rumah dinas itu beliau membawa koper, dan setelah tidak menjabat perdana menteri lagi, dengan koper yang sama beliau keluar dari rumah dinas itu" (Ahmad Fauzie Natsir)
"Setelah dibebaskan dari tahanan di Jl. Keagungan, Aba mengontrak rumah kecil di sebuah gang Jl. Juwana di kawasan Blora, Menteng. Rumah kontrakan semi permanen yang sebagian terbuat dari tembok dan sebagian lagi dari papan itu ukurannya sekitar 4x4 meter. Karena rumahnya terlalu kecil, tidak semua anggota keluarga tinggal di rumah kontrakan tnersebut. Seluruh anak-anaknya terpisah di saudara-saudara kami. Di rumah itu Aba tidur di dipan yang terbuat dari kayu. Saking kecilnya, ruang tamu, kamar tidur dan dapur menjadi satu, hanya dipisahkan oleh gorden." (Ahmad Fauzie Natsir)

Pesan kedua adalah kesantunan dan kebesaran hati. Siapa yang tidak tahu cerita tentang sidang konstituante (belajar : berpolitik), tidak ada manuver kekanakan dan ucapan tak pantas didengar. Menurut pendapat saya pribadi, ini karena Muhammad Natsir, SutanTakdir Alisyahbana, Buya Hamka, Isa Anshari, D.N. Aidit dan para anggota konstiuante adalah tokoh-tokoh cerdas dan percaya diri sehingga tidak perlu berteriak ataupun bertingkah untuk menunjukkan kualitasnya. Di luar sidang pun mereka tetap dapat bercanda dan duduk dalam satu meja, meskipun jalur politik mereka berbeda tapi akar tujuannya tetap sama "Indonesia yang lebih baik".

Dipenutup buku ini, ada dua kutipan dari Sri Sultan Hamengku Buwono X yang menjadi favorit saya :
"Selalulah meminta kepada Tuhan dan teruslah berbuat,
Sehingga hidup ini menjadi lebih berarti."
Dr. Muhammad Natsir


"Dan janganlah diplih hidup ini bagai nyanyian ombak
Hanya berbunyi ketika terhempas di pantai
Tetapi jadilah kamu air bah, mengubah dunia dengan amalmu

Kipaskan sayap mu di seluruh ufuk
Sinarilah zaman dengan nur imanmu
Kirimkan cahaya dengan kuat yakinmu
Patrikan segala dengan nama Muhammad"
Puisi dari Mohammad Iqbal yag diterjemahkan oleh Muhammad Natsir


Note :
target membaca bulan ini terhitung tidak memuaskan karena buku pilihan tidak diselesaikan dengan baik dan benar. Lesson learned : pilih buku yang benar sehingga di tengah jalan tidak perlu dirubah2 lagi!!

target berolah raga : kita lihat apakah rutinitas olahraga yang sudah bagus di minggu kemarin bisa bertahan lama

target menabung : done. Oya, bagus juga kalau kita punya 2 rekening bank, satu bank konvensional dan satu bank syariah. Rekening di bank konvensional memudahkan lalu lintas transaksi kita (transfer gaji, auto debet, visa, dll) dan rekening bank syariah cocok untuk menabung, bikin hati lebih tenang..

September 17, 2009

Keluarga Cemara

Alhamdulillah ketemu juga lagu ini...


OST KELUARGA CEMARA .mp3 -

Musik/Lagu : Arswendo Atmowiloto
Syair : Arswendo Atmowiloto
Arrangement : Aloysia Nataya Devi

Harta yang paling berharga adalah keluarga
Istana yang paling indah adalah keluarga

Puisi yang paling bermakna adalah keluarga
Mutiara tiada tara adalah keluarga

Selamat pagi ayah, selamat pagi ibu
Mentari ini berseri indah
Terima kasih ayah, terima kasih ibu
Penuh hati berkata dari kami putra putri yang siap berbakti


-merindukan sinetron seperti ini menjamur di negeri tercinta-

July 27, 2009

Belajar politik : Berpendapat

Mumpung lagi "lurus" dan senggang, jadi menyempatkan diri untuk searching masalah yang sedikit serius..
Di ambil dari artikel majalah Tempo tertanggal 13 Agustus 2007..

-----

Panas di Sidang, Akrab di Luar

Meski dibubarkan Soekarno, Konstituante menghasilkan banyak produk amendemen bermutu.

Bandung, 2 Juni 1959. Ketegangan menjalar di Gedung Merdeka di Jalan Asia Afrika. Siang itu, para anggota Konstituante riuh berdebat. Mereka beradu urat saraf tentang nasib Undang-Undang Dasar (UUD) baru yang tengah disusun. Sudah tiga kali Konstituante mengadakan pemungutan suara untuk kembali ke UUD 1945 atau tidak. Tiga kali voting, semuanya gagal, karena tidak memenuhi kuorum seperti tertera dalam UUD Sementara 1950 Pasal 37.

Dalam perdebatan, sebagian anggota Konstituante meminta sidang membahas usulan pemerintah untuk kembali menggunakan UUD 1945. Yang lain menyerukan pembubaran Konstituante. ”Tak ada jalan lain karena kita memang sudah gagal,” demikian Anwar Sanusi dari Partai Komunis Indonesia berseru-seru di ruang sidang.

Voting dilakukan untuk merespons pidato Presiden Soekarno di depan anggota Konstituante. Berjudul ”Res Publica! Sekali Lagi Res Publica!” pidato itu disampaikan Soekarno pada 22 April 1959. Di situ Presiden mengusulkan agar negara kembali ke UUD 1945. Usul ini muncul setelah Konstituante yang bekerja sejak 10 November 1956 belum juga berhasil membakukan UUD baru untuk menggantikan UUD 1945, yang disebut Soekarno sebagai ”UUD Kilat” atau revolutie grondwet.

Pangkal perdebatan dan perselisihan dalam Konstituante yang membuat pembahasan UUD baru berlarut-larut adalah Piagam Jakarta. Dua kubu besar, yaitu blok Pancasila dan blok Islam, berbeda pendapat. Kubu Islam yang terdiri atas Masyumi, NU, PSII, dan partai lain berasaskan Islam ingin memasukkan kalimat, ”... dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.” Blok Pancasila yang terdiri atas PNI, PKI, Murba, Partindo, Partai Katolik dengan kutub Islam menolaknya.

Nah, dalam sidang sehari sebelum reses pada 3 Juni 1959, sebenarnya masih ada dua kesempatan voting. Namun, menimbang keadaan ketika itu, pemungutan suara menemui jalan buntu. ”Saudara-saudara, sudahlah, sekarang kurang bermanfaat melanjutkan permusyawaratan. Sebaiknya sidang pleno kita akhiri saja,” kata Ketua Konstituante Wilopo, seperti yang tertulis dalam Risalah Konstituante. Dia mengusulkan kompromi, yakni berunding dengan pemerintah untuk meninjau usaha Konstituante menyusun rancangan UUD baru, termasuk usul pemerintah kembali ke UUD 1945. Semua anggota setuju. ”Dok, dok, dok!” Wilopo mengayunkan palu, menutup sidang.

Sidang benar-benar ditutup. Esok harinya, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal A.H. Nasution mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perpu) yang isinya larangan kegiatan berpolitik yang mengebiri aktivitas partai-partai politik. Perpu itu jelas-jelas mengekang kegiatan lanjutan Konstituante, lembaga yang terdiri atas banyak parpol. Sekitar 18 partai kecil langsung bereaksi. Mereka mengeluarkan resolusi tak akan menghadiri sidang Konstituante setelah reses. PNI dan PKI bergabung dalam gerakan ini.

Vonis kematian Konstituante, lembaga yang dibentuk untuk menyusun UUD baru sesuai dengan amanat UUDS 1950, diumumkan Presiden Soekarno di Istana Merdeka, Jakarta, pada 5 Juni 1959. Dengan Dekrit Presiden, Soekarno membubarkan Konstituante dan pemberlakuan kembali UUD 1945. ”Semua jadwal ke depan yang diagendakan sebelum reses bubar,” ujar Usep Ranawidjaja, 84 tahun, mantan Sekretaris Jenderal Konstituante, kepada Tempo.

Tak ada upacara perpisahan. ”Ya bubar begitu saja di pelataran. Kami bahkan belum sempat berucap salam,” kenang Sri Soemantri Martosoewignjo, 81 tahun, mantan anggota Konstituante dari PNI. Honor untuk anggota juga berhenti. ”Barangkali pemerintah marah karena Konstituante dianggap tak menghasilkan apa-apa,” kata Soemantri yang kini masih menjadi Guru Besar Hukum Tata Negara di Universitas Padjadjaran, Bandung.

Padahal, di luar materi dasar negara, menurut Soemantri, Konstituante berhasil menyepakati sejumlah materi perubahan UUD, seperti bentuk negara, sistem pemerintahan, sistem perwakilan, dan hak asasi manusia. Sebagai Wakil Ketua Subkomisi HAM, Soemantri masih ingat bahwa hampir semua fraksi menginginkan hak asasi manusia masuk dalam konstitusi baru. ”Berbeda dengan perdebatan soal dasar negara, pembahasan soal HAM lebih cepat mencapai konsensus,” ujarnya.

Benar kata Soemantri, perdebatan paling sengit dalam Konstituante adalah soal dasar negara. Hal itu terjadi karena perbedaan tajam ideologi partai-partai. Namun, isme yang beda tak berarti gontok-gontokan. Usep menggambarkan para tokoh politik menyampaikan materi di atas mimbar dengan sopan santun. ”Tak ada tunjuk-tunjuk tangan, sabotase mikrofon, atau gebrak meja,” ujarnya. Menurut dia, tokoh-tokoh seperti Muhammad Natsir, SutanTakdir Alisyahbana, Buya Hamka, Isa Anshari, D.N. Aidit, dan beberapa nama lain adalah orator, sehingga perbedaan visi di antara mereka juga bisa ”dinikmati”.

Adnan Buyung Nasution, pengacara yang pernah meriset Risalah Konstituante untuk disertasi doktor, menggambarkan bagaimana para tokoh itu berdebat dengan kalimat kaya metafora. Natsir, misalnya, dalam pidato 13 November 1957 berujar, ”Singkap daun, tampak buah.” Ini untuk menyindir PKI yang getol menyokong Pancasila.

Atau, Buya Hamka yang mengatakan pada sidang April 1959, ”Membuat UUD bukan seperti pekerjaan menggosok-gosok lampu Aladin.” Hamka mengecam Soekarno yang giat mengkampanyekan kembali ke UUD 1945 dengan menggelar rapat raksasa di berbagai tempat.

Menurut Samsir Muhammad, seorang anggota Konstituante dari Fraksi Proklamasi, para tokoh Islam pada saat itu adalah lawan debat yang tangguh sekaligus kawan nongkrong yang mengasyikkan. ”Di dalam ruang kami saling serang seperti mau perang. Di luar sidang kami ngopi, ngobrol, dan tertawa bersama,” katanya. Kerap terlihat Ketua Umum Masyumi, Mohammad Natsir, ngopi dengan D.N. Aidit, Ketua CC PKI, di Kafe Konstituante. Isa Anshari yang antikomunis akrab di luar sidang dengan Aidit. Samsir pun mengaku suka bergaul dengan Isa. ”Kami kadang jalan bareng di Jalan Braga,” kata Samsir.

”Kedekatan mereka di luar sidang cukup menyita perhatian wartawan saat itu,” tutur Soemantri. Mereka berdebat di ruang sidang seperti orang berkelahi, tapi begitu keluar, mereka tertawa-tawa seperti tidak ada apa-apa. ”Berbeda dengan sekarang. Waktu itu kami merasa pekerjaan politik adalah pekerjaan terhormat, jadi harus dilakukan secara terhormat pula,” ujar Samsir.

Suatu ketika mereka membahas lambang negara, Garuda Pancasila. Ketika itu, Partai Murba minta burung garuda pada lambang negara menoleh ke kiri, bukan ke kanan—seperti sekarang ini. Nah, untuk mempertahankan bahwa yang benar adalah garuda menoleh ke kanan, Soemantri harus keluar-masuk museum dan perpustakaan demi mendapatkan referensi soal mitos garuda. Karena tidak menemukan jawaban yang ”ilmiah”, akhirnya Soemantri bilang, ”Kalau menghadap ke kiri itu dalam bahasa Jawa artinya pakiwan atau jumbleng (WC). Masak, tempat yang jorok-jorok jadi lambang, kan ndak mungkin.”

Namun, panggung politik Konstituante yang dipuji-puji sebagai cara berpolitik yang dewasa sama sekali tidak steril dari gesekan dari luar. Sejak pendiriannya, Konstituante tak pernah bebas dari berbagai tekanan terhadap eksistensinya. Bahkan Soekarno sudah menyampaikan sinyal untuk kembali ke UUD 1945 sejak pelantikan anggota Konstituante. Hal itu makin kuat ketika Soekarno bertemu pimpinan partai pada 19 Februari 1957. Saat itu Soekarno melontarkan konsep kabinet kaki empat yang terdiri dari Masyumi, PNI, NU, dan PKI. Konsep ini ditolak para pemimpin partai.

Selain itu, Soekarno juga membentuk Dewan Nasional (Denas) yang dia pimpin sendiri dengan wakil Roeslan Abdulgani. Anggotanya adalah empat kepala staf angkatan bersenjata, wakil-wakil golongan fungsional dan daerah. Dewan ini kemudian berubah menjadi Golongan Karya. Namun, di masa itu, Dewan Nasional, menurut Adnan Buyung dalam bukunya, Aspirasi Pemerintahan Konstitusional di Indonesia, Studi atas Konstituante 1956–1959, tugasnya mengganjal kerja Konstituante. ”Posisi Dewan Nasional tak ubahnya Konstituante tandingan yang ditawarkan Soekarno,” ujar Buyung.

Pemerintah pun menganggap kerja Konstituante lamban. Perdana Menteri Juanda menyampaikan pesan pemerintah agar kerja mereka menyusun UUD yang baru dipercepat. Pesan itu dianggap sebagai manifestasi ketegangan yang menajam antara presiden, kabinet, serta angkatan bersenjata di satu pihak dan partai dan Konstituante di lain pihak.

Meskipun gagal memenuhi misinya, Konstituante dipandang sebagai ajang yang baik untuk belajar berpolitik dan bernegara. Soemantri mencontohkan, dia tetap setia belajar hukum tata negara karena pernah menjadi anggota lembaga tersebut. Jadi, meski Konstituante gagal membuat konstitusi yang Res Publica, seperti kata Soekarno, biarlah dia mati dalam damai.
----
Dari yang diceritakan diatas, agenda paling alot dari sidang ini adalah mengenai dasar negara, Pancasila VS Syariah. Sekeumit pidato dari Muhammad Natsir dan tanggapan dari Buya Hamka di bawah mungkin bisa jadi gambaran betapa sulitnya anggota kostituante mendiskusikan hal ini, tapi yang bisa jadi pembelajaran untuk saya adalah, perbedaan dapat diatasi dengan cara yang cerdas dan bijaksana (adu otak bukan adu urat leher)..
------
"Seorang sekularis tidak mengakui adanya wahyu sebagai salah satu sumber kepercayaan dan pengatahuan. Ia menganggap bahwa kepercayaan dan nilai-nilai itu ditimbulkan oleh sejarah ataupun oleh bekas-bekas kehewanan manusia semata-mata dan dipusatkan kepada kebahagiaan manusia dalam kehidupan sekarang ini belaka”.
------
Puisi ini ditulis Hamka di Ruang Sidang Konstituante pada 13 November 1957, setelah mendengar pidato Moh. Natsir di Majlis Konstituante:
------
Meskipun bersilang keris di leher
Berkilat pedang di hadapan matamu
Namun yang benar kau sebut juga benar
Cita Muhammad biarlah lahir
Bongkar apinya sampai bertemu
Hidangkan di atas persada nusa
Jibril berdiri sebelah kananmu
Mikail berdiri sebelah kiri
Lindungan Ilahi memberimu tenaga
Suka dan duka kita hadapi
Suaramu wahai Natsir, suara kaum-mu
Kemana lagi, Natsir kemana kita lagi
Ini berjuta kawan sepaham
Hidup dan mati bersama-sama
Untuk menuntut Ridha Ilahi
Dan aku pun masukkan
Dalam daftarmu .......!
------

July 13, 2009

krek krek....

Kebiasaan paling menyenangkan kalo lagi pegal2 adalah membunyikan bagian2 persendian (enak banget kalo udah bunyi).. Tapi beberapa hari yang lalu ada bapak dan ibu cerewet (hehe no offence)yang bilang itu ga baik tapi lupa alasannya 0_o..
Mumpung masih males kerja, jadi deh browsing2..
Ternyata ada pengaruh positif dan negatifnya, intinya mah seperti hal-hal lain --> jangan berlebihan

Disadur dari :
http://fosimmik-undip.blogspot.com/2008/06/apa-yang-terjadi-ketika-kita.html

Ketika membunyikan ruas jari menghasilkan suara gemeletuk akibat gelembung cairan. Sendi di seluruh tubuh dikelilingi oleh cairan sinovial yaitu cairan bening dan kental. Ketika kita membunyikan ruas jari, tulang-tulang yang bertemu di persendian saling tertarik sehingga jaringan penghubung saling meregang, volume meningkat, tekanan mengecil, gelembung-gelembung terbentuk dan ketika gelembung-gelembung itu pecah akan menghasilkan suara gemeletuk. Dibutuhkan waktu 5-10 menit agar gas bisa terlarut kembali dalam cairan sendi, selama fase ini jari-jari tidak bisa dibunyikan lagi.Menurut Anatomy and Phsycology Instruktor Cooperative (Perkumpulan Instruksi Anatomi dan Psikologi) hanya ada satu penelitian mendalam yang dipublikasikan mengenai bahaya seringnya membunyikan ruas jari.. Penelitian dilakukan oleh Raymond Brodeur dan dipublikasikan dalam Journal of Manipulative and Phsychological Therapeutics yang meneliti 300 orang yang senang membunyikan jari tangan untuk mencari kerusakan sendi. Hasilnya secara umum adalah terjadi kerusakan sendi jika terlalu sering membunyikan ruas jari. Tidak ada hubungan secara nyata antara pematahan sendi dengan rematik. Tetapi kebiasaan membunyikan ruas jari tangan akan memperlihatkan tanda-tanda beberapa kerusakan lain, termasuk kerusakan pada jaringan lunak pada kapsul sendi, penurunan kekuatan menggenggam dan peningkatan pembengkakan tangan. Kerusakan ini besar kemungkinan disebabkan oleh peregangan ligamen yang cepat dan berulang-ulang di sekitar sendi.

Sisi positifnya, ada bukti yang menyatakan bahwa peningkatan mobilitas dalam sendi setelah digeletukkan otot sekitar sendi menjadi rileks (tidak tegang ). Selain jari tangan, tulang punggung, lutut, siku, sendi lain yang dapat bergerak mampu menghasilkan suara gemeletuk.

Sumber: Marshal Brain, What if..(Intriguing Answers for the Insatiably Curious). Wiley Publishing,Inc
edisi Indonesia (Bagaimana Seandainya). Bandung Pakar Raya. hal 128-29

June 13, 2009

Tentang glutamat dari republika.co.id

-Pembenaran untuk tetap memesan mie dari pak Abdullah/pak Aji-

Glutamat adalah salah satu dari 20 asam amino penyusun protein. Sebagai asam amino, glutamat termasuk dalam kelompok non esensial, yang artinya tubuh mampu memproduksi sendiri. Glutamat ada di setiap mahluk hidup baik dalam bentuk terikat maupun bebas.

Glutamat ini pertama kali ditemukan pada tahun 1866 oleh seorang ilmuwan Jerman bernama Prof Ritthausen yang berhasil mengisolasinya dari gluten (protein gandum).

Glutamat yang masih terikat dengan asam amino lain sebagai protein tidak memiliki rasa, namun glutamat dalam bentuk bebas memiliki rasa Umami (gurih).
Dengan demikian, semakin tinggi kandungan glutamat bebas dalam suatu makanan, semakin kuat rasa Umaminya.

Glutamat bebas dalam makanan sehari-hari umumnya rendah, sehingga kita perlu menambahkan bumbu-bumbu agar kita bisa menikmati rasa umami/gurih dari makanan kita. Bumbu-bumbu yang kaya akan glutamat bebas misalnya Kecap Ikan Vietnam 1370mg/100g, Kecap Asin 926mg/100g, Saos Tiram 950mg/100g, Terasi Indonesia 1199mg/100g, Keju Parmegiana Regiano 1680mg/100g dan MSG/Vetsin 78%.

Kadar glutamat dalam makanan bervariasi tergantung dari macam makanan, kondisi makanan (mentah atau matang) dan proses pengolahannya.

Tomat mentah hanya mengandung 20mg/100g glutamat bebas namun setelah matang mengandung 246mg/100g. Sementara itu susu sapi mengandung 1mg/100g glutamat bebas namun setelah diproses menjadi Keju Parmegiana Regiano, kandungan glutamatnya sebesar 1680mg/100.

Melalui studi radioisotope/bioassay terhadap seseorang berberat badan 70 kg, tubuh manusia menyimpan 1400 g glutamate baik bebas maupun terikat yang tersimpan dalam berbagai organ tubuh.

Dari studi yang sama ternyata tubuh juga harus memproduksi 41 g glutamate bebas setiap hari untuk berbagai proses metabolisme. Jumlah ini jauh lebih tinggi dari total glutamat yang dikonsumsi oleh manusia (survey terhadap orang Jepang) sebesar 16g per orang per hari.

Di dalam tubuh kita, glutamat dari makanan sebagian besar akan dimetabolisme dan digunakan sebagai sumber energi usus halus. Glutamat ini juga berfungsi untuk pembentukan asam amino lain seperti gluthation, arginin dan proline (Peter J. Reeds et.al.,2000). Jadi tidak beralasan jika sebagian orang beranggapan konsumsi glutamat setiap hari akan menyebabkan terakumulasi.

Melalui reseptor yang terdapat pada lidah dan lambung, glutamat dari makanan akan menstimulasi otak untuk mendorong lambung dan pankreas memproduksi cairan pencernaan. Akibatnya pencernaan menjadi lebih baik. (A.M. San Gabriel, T. Maekawa, H. Uneyama, S. Yoshie and K. Torii, 2007).

Tidak hanya bagi pencernaan, glutamat juga merupakan unsur penting dalam fungsi otak, yaitu sebagai Neurotransmiter. Neurotransmiter berfungsi sebagai penghubung otak ke seluruh jaringan syaraf dan pengendali fungsi tubuh.

Otak membutuhkan glutamat dalam jumlah besar dan melalui siklus kreb, otak memproduksi sendiri glutamatnya. Glutamat dalam makanan tidak dapat diserap otak karena adanya sistem perlindungan otak yang disebut dengan Blood Brain Barrier (Quentin R. Smith, 2000).

sumber tulisan :
http://www.republika.co.id/berita/47691/Glutamat_Dalam_Makanan_dan_Tubuh

April 21, 2009

secret garden

Sekali lagi terbentur pada pertanyaan yang sama....
"Apa yang lu cari?"

Eh tiba2 lagu ini nongol (ehm, lagu emang bisa nongol ya)..

Bruce Springsteen - Secret Garden"

...
She'll let you deep inside
But there's a secret garden she hides
She'll let you in her car
To go drivin' round
She'll let you into the parts of herself
That'll bring you down
She'll let you in her heart
If you got a hammer and a vise
But into her secret garden, don't think twice
You've gone a million miles
How far'd you get
To that place where you can't remember
And you can't forget
She'll lead you down a path
There'll be tenderness in the air
She'll let you come just far enough
So you know she's really there
She'll look at you and smile
And her eyes will say
She's got a secret garden
Where everything you want
Where everything you need
Will always stay
A million miles away

November 27, 2008

I won't be idle with despair...

Kehidupan seminggu ini udah out of control...
Target ga selesai karena ada target2 baru yang ga jelas tapi lebih urgent, kangen Pierre (best mentor ever)...
Ngerjain training udah ga pake mikir lagi, asal match langsung kirim (duh buyung :()...
Beberapa hari ini pulang jam 1-an dan harus ngantor jam stgh 8, solat subuhnya berasa mimpi (eh, ato emang mimpi ya???)...
Ngaji cuma sekedar baca doang,trus pake ketiduranan en telat bangun (ehm, yang ini juga ga jamin kalo bukan mimpi)...
Dapet surat peringatan soal NPWP (ih padahalkan udah daftar!!!)...

Sebenernya mau berenti sejenak dan menata langkah lagi tapi ga sempet, ada juga pas mau merenung jadinya malah ketiduran :D...

Tapi alhamdulillah, mentoring masih bisa jalan meskipun ga maksimal.. Yah, kegiatan kaya gini emang harus dimulai pelan2, mudah2an minggu depan lebih banyak yang bisa dateng...

Alhamdulillah ngajar juga masih kepegang, meskipun belum sempet bikin soal...

Hmm, Allah Maha Baik ...

--lagu ini satu2nya lagu di windows media player komputer kantor, diulang2 terus sampe pusing.. Suka banget sama liriknya--


Hands
-Jewel-

If I could tell the world just one thing
It would be, we're all okay
And not to worry
'Cause worry is wasteful and useless
In times like these

I won't be made useless
Won't be idle with despair
I will gather myself around my faith
For light does the darkness most fear



My hands are small I know
But they're not yours, they are my own
But they're not yours, they are my own
and I am never broken

Poverty stole your golden shoes
But it didn't steal your laughter
And heartache came to visit me
But I knew it wasn't ever after

We'll fight, not out of spite
For someone must stand up for what's right
'Cause where there's a man who has no voice
There ours shall go singing

My hands are small I know
But they're not yours, they are my own
But they're not yours, they are my own
and I am never broken

In the end only kindness matters
In the end only kindness matters

I will get down on my knees, and I will pray
I will get down on my knees, and I will pray
I will get down on my knees, and I will pray

My hands are small I know
But they're not yours, they are my own
But they're not yours, they are my own
and I am never broken

My hands are small I know
But they're not yours, they are my own
But they're not yours, they are my own
and I am never broken
We are never broken

October 12, 2008

stop and stare

Get this widget | Track details | eSnips Social DNA


terakhir karaoke nyanyi lagu ini.. it really got me and makes me wonder..

This town is colder now, I think it's sick of us
It's time to make our move, I'm shakin off the rust
I've got my heart set on anywhere but here
I'm staring down myself, counting up the years
Steady hands, just take the wheel...
And every glance is killing me
Time to make one last appeal...
for the life I lead


Stop and stare
I think I'm moving but I go nowhere
Yeah I know that everyone gets scared
But I've become what I can't be, oh
Stop and stare
You start to wonder why you're 'here' not there
And you'd give anything to get what's fair
But fair ain't what you really needOh, can u see what I see


They're tryin to come back, all my senses push
Un-tie the weight bags, I never thought I could...Steady feet, don't fail me now
Gonna run till you can't walk
But something pulls my focus out
And I'm standing down...


Stop and stare
I think I'm moving but I go nowhere
Yeah I know that everyone gets scared
But I've become what I can't be, oh
Stop and stare
You start to wonder why you're here not there
And you'd give anything to get what's fair
But fair ain't what you really need
Oh, you don't need


What u need, what u need...


Stop and stare
I think I'm moving but I go nowhere
Yeah I know that everyone gets scared
But I've become what I can't be
Oh, do u see what I see...

June 13, 2008

It's you babe.. I'm overjoyed to be let in in kind

Surrendering-Alanis Morisette

you were full and fully capable
you were self sufficient and needless
your house was fully decorated in that sense

you were taken with me to a point
a case of careful what you wish for
but what you knew was enough to begin

and so you called and courted fiercely
so you reached out, entirely fearless
and yet you knew of reservation and how it serves

and I salute you for your courage
and I applaud your perseverance
and I embrace you for your faith in the face of adversarial forces that I represent

so you were in but not entirely
you were up for this but not totally
you knew how arms length-ing can maintain doubt

and so you fell and you're intact
so you dove in and you're still breathing
so you jumped and you're still flying if not shocked

and I support you in your trusting
and I commend you for your wisdom
and I'm amazed by your surrender in the face of threatening forces
that I represent

you found creative ways to distance
you hid away from much through humor
your choice of armor was your intellect

and so you felt and you're still here
and so you died and you're still standing
and so you softened and you're still safely in command

self protection was in times of true danger
your best defense to mistrust and be wary
surrendering a feat of unequalled measure
and I'm thrilled to let you in
overjoyed to be let in in kind

June 07, 2008

Tentang hatiku

aku bersenyawa dengannya
namun kami tak pernah benar2 saling mengenal
seperti dua orang asing yang duduk bersama
tanpa saling menyapa
masing2 tenggelam dalam lamunan...

‘Dan di dunia ini, manusia bukan berduyun-duyun lahir di dunia dan berduyun-duyun pula kembali pulang… seperti dunia dalam pasarmalam... Seorang-seorang mereka datang. Seorang-seorang mereka pergi. Dan yang belum pergi dengan cemas-cemas menunggu saat nyawanya terbang entah ke mana…’-Pramoedya-

May 29, 2008


Ga nyangka kalo anak2 bisa sangat filosofis =)

Children's Questions to God
quotes from here


Dear GOD, Did you mean for the giraffe to look like that or was it an accident? -Norma

Dear GOD, Instead of letting people die and having to make new ones, why don't You just keep the ones You have now? -Jane

Dear GOD, Who draws the lines around the countries? -Nan

Dear GOD, I went to this wedding and they kissed right in church. Is that okay? -Neil

Dear GOD, What does it mean You are a Jealous God? I thought You had everything. -Jane

Dear God, Did you really mean "do unto others as they do unto you"?Because if you did, then I'm going to fix my brother! -Darla

Dear GOD, Thank you for the baby brother, but what I prayed for was a puppy. -Joyce

Dear GOD, It rained for our whole vacation and is my father mad!
He said some things about You that people are not supposed to say, but I hope You will not hurt him anyway. Your friend. (But I am not going to tell you who I am)

Dear GOD, Why is Sunday school on Sunday? I thought it was supposed to be our day of rest. -Tom L.

Dear GOD, Please send me a pony. I never asked for anything before, You can look it up. -Bruce

Dear GOD, My brother is a rat. You should give him a tail. Ha ha. -Danny

Dear GOD, Maybe Cain and Abel would not kill each other so much if they had their own rooms.It works with my brother. -Larry

Dear GOD, I want to be just like my Daddy when I get big, but not with so much hair all over. -Sam

Dear GOD, I think the stapler is one of your goodest inventions. -Ruth M.

Dear GOD, I bet it is very hard for You to love all of everybody in the whole world.There are only 4 people in our family and I can never do it. -Nan

Dear GOD, If You watch me in church Sunday, I'll show You my new shoes. -Mickey D.

Dear GOD, I would like to live 900 years like the guy in the Bible. Love, Chris

Dear GOD, We read Thomas Edison made light. But in school they said You did it.So I bet he stoled your idea. Sincerely, Donna
-----
Dear GOD, if I complete this new "recent well condition" and my simulation before end of June, will You make Pierre stay in Tambora with us... (I promise not to eat KFC and won't forget to read Al Ma'tsurat)

May 26, 2008

Hari ini ngerasa kangen, tapi ngga tau kangen sama apa atau siapa (is it possible???)... hmm mungkin kangen sama mereka ya :


DI ATAS BATU
Oleh : Sapardi Djoko Damono


ia duduk di atas batu dan melempar-lemparkan kerikil ke tengah kali
ia gerak-gerakkan kaki-kakinya di air sehingga memercik ke sana ke mari
ia pandang sekeliling : matahari yang hilang - timbul di sela goyang daun-daunan, jalan setapak yang mendaki tebing kali, beberapa ekor capung
-- ia ingin yakin bahwa benar-benar berada di sini

Perahu Kertas, Kumpulan Sajak, 1982.

YANG FANA ADALAH WAKTU
Oleh : Sapardi Djoko Damono


Yang fana adalah waktu. Kita abadi:
memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga sampai pada suatu hari kita lupa untuk apa.
"Tapi, yang fana adalah waktu, bukan?" tanyamu.
Kita abadi.

Perahu Kertas, Kumpulan Sajak, 1982.

May 25, 2008

Tentang beras dan buku

Selama yang bisa diingat, buku adalah cinta pertamaku (thanks pa!!). Dari dulu sampai sekarang, mampir ke toko buku adalah relaksasi lahir dan batin. Sampai sekarang hidung ini masih bisa mengenali bau buku pertama ku pilih sendiri (candy2 volume 1 dan Putri Oyayubi, di Hero Cinere).. Tapi untuk membandingkan kebutuhan membeli buku dengan kebutuhan membeli pangan rasanya tidak adil..

Kemarin saat mengunjungi salah satu rumah belajar di Balikpapan sempat tertegun saat orang yang cukup berpengaruh di kota ini berkata "Saya heran banyak Ibu2 memilih untuk beli beras dari pada beli buku", ya heeh lah bakal milih beras, what kind of statement was that.. Well, kadang kalo lagi baca emang suka lupa makan, tapi yang yang namanya makan tetep kebutuhan nomer satu. Apalagi untuk makhluk mulia yang berjudul 'Ibu', seperti kata Muhammad Yunus, kalau ada penderitaan, maka yang merasakannya terlebih dahulu dan merasakannya hingga akhir adalah seorang Ibu. Ibu akan memberi makanan untuk anak2nya dan menyisihkan jatah lebih untuk suaminya, Ia akan cukup kenyang melihat kebutuhan keduanya tercukupi. Kalau ada satu roti untuk dibagi maka Ibu akan membaginya menjadi dua, satu untuk anak dan suaminya dan satu lagi untuk keduanya pada waktu makan selanjutnya.
-------------------
Doa Orang Lapar
*Rendra*
kelaparan adalah burung gagak yang licik dan hitam
jutaan burung-burung gagakbagai awan yang hitam
o Allah !
burung gagak menakutkan
dan kelaparan adalah burung gagak
selalu menakutkan
kelaparan adalah pemberontakan
adalah penggerak gaib dari pisau-pisau pembunuhan
yang diayunkan oleh tangan-tangan orang miskin
kelaparan adalah batu-batu karang
di bawah wajah laut yang tidur
adalah mata air penipuan
adalah pengkhianatan kehormatan
seorang pemuda yang gagah akan menangis tersedu
melihat bagaimana tangannya sendiri
meletakkan kehormatannya di tanah karena kelaparan
kelaparan adalah iblis
kelaparan adalah iblis yang menawarkan kediktatoran
o Allah !
kelaparan adalah tangan-tangan hitam
yang memasukkan segenggam tawas
ke dalam perut para miskin
o Allah !
kami berlutut
mata kami adalah mata Mu
ini juga mulut Mu
ini juga hati Mu
dan ini juga perut Mu
perut Mu lapar,
ya Allah
perut Mu menggenggam tawas
dan pecahan-pecahan gelas kaca
o Allah !
betapa indahnya sepiring nasi panas
semangkuk sop dan segelas kopi hitam
o Allah !
kelaparan adalah burung gagak
jutaan burung gagak
bagai awan yang hitam
menghalang pandangku
ke sorga Mu
------------
--> PR selanjutnya : Harus menggiatkan rumah2 baca di Balikpapan...

May 20, 2008

A Father's Prayer
Build me a son, O Lord, who will be strong enough to know when he is weak,
and brave enough to face himself when he is afraid;
one who will be proud and unbending in honest defeat, and humble and gentle in victory.

Build me a son whose wishbone will not be where his backbone should be;
a son who will know Thee and that to know himself is the foundation stone of knowledge.
Lead him I pray, not in the path of ease and comfort,
but under the stress and spur of difficulties and challenge.

Here let him learn to stand up in the storm;
here let him learn compassion for those who fail.
Build me a son whose heart will be clear, whose goal will be high;
a son who will master himself before he seeks to master other men;
one who will learn to laugh, yet never forget how to weep;
one who will reach into the future, yet never forget the past.

And after all these things are his, add, I pray,
enough of a sense of humor, so that he may always be serious,
yet never take himself too seriously.

Give him humility, so that he may always remember the simplicity of true greatness,
the open mind of true wisdom, the meekness of true strength.

Then, I, his father, will dare to whisper, have not lived in vain.

--by General Douglas MacArthur (May 1952),
wrote while he was commanding the defence of the Philippines during
World War II

May 18, 2008

Ways to live forever


Bab fav :

h.186-187

Kenapa sih orang harus mati?
Aku bisa mengerti kalau orang tua harus mati. Tidak ada orang yang mau hidup selamanya, kan? Aku pernah baca buku tentang orang-orang yang hidup abadi dan mereka tidak terlalu senang. Mereka bosan, lalu menjadi tua, kesepian, dan sedih. Selain itu ada masalah-masalah lain juga yang sifatnya praktis. Misalnya, kalau tidak ada yang mati dan orang-orang terus saja dilahirkan, dunia ini akan makin penuh dan makin penuh, sampai akhirnya setiap orang mesti berdiri di atas kepala orang lain, dan kita semua terpakasa hidup di bawah air, atau di Planet Mars, dan malah di sana juga barangkali tidak bakal ada cukup ruang.
Aku bisa mengerti semua itu.
Tapi aku tidak mengerti kenapa anak-anak harus mati.
Kata Granny, salah kalau melihat dari sudut pandang itu. Katanya mati itu ibarat ulat yang berubah menjadi kupu-kupu. Katanya. memang menakutkan, sama seperti si ulat ketakutan hendak menjadi kepompong. Tapi, kata Granny, apa jadinya kalau semua ulat berpikir, "Oh, tidak, aku bakal menjadi kepompong, ini tidak adil?" Bisa-bisa mereka tidak akan pernah berubah menjadi kupu-kupu, begitulah.
Yang dimaksud Granny, mati itu adalah tahap selanjutnya dalam kehidupan. Seperti berubah menjadi Spiderman merupakan tahap selanjutnya dalam kehidupan Peter Parker. Jadi, kita tidak perlu takut, kita seharusnya antusias. Tapi aku tidak takut kok. Matikan cuma kembali ke tempat kita berada sebelum kita dilahirkan, dan tidak ada orang yang takut pada masa sebelum mereka dilahirkan.
Di sekolahku yang lama, kami pernah belajar tentang siklus-siklus kehidupan. Aku tahu tentang siklus air dan siklus karbon dan siklus lahirnya bintang-bintang baru. Bintang-bintang lama berubah menjadi bintang-bintang baru. Daun-daun mati berubah menjadi tunas-tunas muda. Mesti ada sesuatu yang mati atau sesuatu yang dilahirkan. Semuanya tergantung bagaimana kita memandangnya.

February 16, 2008

Common question, great answer

Get this widget | Track details | eSnips Social DNA

lyrics :
Here I stand alone
With this weight upon my heart
And it will not go away
In my head I keep on looking back
Right back to the start
Wondering what it was that made you change

Well I tried
But I had to draw the line
And still this question keeps on spinning in my mind

What if I had never let you go
Would you be the man I used to know
If I'd stayed
If you'd tried
If we could only turn back time
But I guess we'll never know

Many roads to take
Some to joy
Some to heart-ache
Anyone can lose their way
And if I said that we could turn it back
Right back to the start
Would you take the chance and make the change

Do you think how it would have been sometimes
Do you pray that I'd never left your side

What if I had never let you go
Would you be the man I used to know
If I'd stayed
If you'd tried
If we could only turn back time
But I guess we'll never know

If only we could turn the hands of time
If I could take you back would you still be mine

'Cos I tried
But I had to draw the line
And still this question keep on spinning in my mind

What if I had never let you go
Would you be the man I used to know
What if I had never walked away
'Cos I still love you more than I can say
If I'd stayed
If you'd tried
If we could only turn back time
But I guess we'll never know
We'll never know

Nice song..

Get this widget | Track details | eSnips Social DNA


Lyric :

Longing for you day and in dream
I'm hoping you are here and leading my way
You steers my road anytime I need
If you walk away, I will follow you

Trying my life
With your sacred gifts you gave to me
I won’t vain and succeed it as your precious soul
Holding your hand
And I'm walking through the all of the world
Carrying your wish like the Venus in the dim sky