December 15, 2011

+ indonesia

Sejak si saya sekolah lagi, suwami tercinta menjadi sumber update berita tentang keluarga, teman, gosip artis sekaligus berita yang sedang hangat di Indonesia. Suatu hari suwami sempat mengeluh "isteri, masa tiap hari beritanya tentang pembunuhan terus, jadi cape ngikutin berita". Ternyata suami saya tidak sendiri, dari update di FB dan sosial media sejenisnya pun bny teman merasakan hal yang sama, pesimis dengan keadaan negara tercinta. Hal ini bikin saya jd penasaran, masa sih ga bny berita positif di Indonesia?....

Dengan semangat "Manufacturing hope" yang ditularkan pak Dahlan Iskan, si saya berniat memulai postingan yang memuat arus positif yang berkembang di Indonesia, karena saya percaya mottonya Indonesia mengajar yang berbunyi  "Optimism is contagious"...
Mari kita mulai (bismillah)...:

+ minggu #1 +
Indonesia Mengajar

Dibawah ini adalah presentasi dari Pak Anies Baswedan tentang "Indonesia Mengajar"


Ide awal Indonesia Mengajar berasal dari Anies Baswedan. Pada dekade 1990-an, Anies adalah mahasiswa dan aktivis di Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia adalah Ketua Umum Senat Mahasiswa UGM dan terlibat di berbagai aktivitas kemahasiswaan. Pada masa itu, ia bergaul dan belajar banyak dari seorang mantan rektor UGM periode 1986-1990: Prof Dr Koesnadi Hardjasoemantri (Pak Koes). Pak Koes, seorang keturunan ningrat dari Tasikmalaya, adalah eks Tentara Pelajar yang pasca-revolusi kemerdekaan menjadi mahasiswa di UGM yang baru berdiri di Jogja.
Pada tahun 1950an, Pak Koes menginisiasi sebuah program bernama Pengerahan Tenaga Mahasiswa (PTM), yakni sebuah program untuk mengisi kekurangan guru SMA di daerah, khususnya di luar Jawa. Dalam beberapa kasus, PTM ini justru mendirikan SMA baru dan pertama di sebuah kota kabupaten. Pak Koes adalah inisiator sekaligus salah satu dari 8 orang yang menjadi angkatan pertama PTM ini. Beliau berangkat ke Kupang dan bekerja di sana selama beberapa tahun. Sepulangnya dari Kupang, ia mengajak serta 3 siswa paling cerdas untuk kuliah di UGM. Salah satunya adalah Adrianus Mooy yang di kemudian hari menjadi Gubernur Bank Indonesia. Cerita penuh nilai dari PTM inilah salah satu sumber inspirasi bagi Indonesia Mengajar (sumber)


Kenyataan bahwa lebih dari 5000 putera-puteri terbaik indonesia ikut mendaftar untuk dan bersedia meninggalkan zona nyamannya membuktikan bahwa semangat untuk melakukan perbaikan ada didalam hati banyak anak muda di Indonesia.. pengajar muda ini adalah calon pemimpin bangsa yang akan menularkan semangat pada adik2 dan masyarakat yang bersentuhan dengannya...

Kalau Bung Karno butuh 10 anak muda untuk mengguncang dunia, maka perubahan macam apa yang bisa kita capai dengan lebih dari 5000 anak muda?...
Bukan hanya mereka yang bisa dan akan melakukan perbaikan untuk negeri ini, saya dan kamu juga bisa, mari2 ;)...

ps : yuk kita sebarkan semangat yang positif dimanapun, kapanpun, lewat media apapun dan pada siapapun ... target pertama : si saya sendiri


0 komentar: