How did they do that, to have no doubt in their heart, leaving what they have and starting over
Hudaibiyah...
How did they do that, to keep the faith inside when all seems wrong
Pernah kepikiran ga sih hidup di jaman Rasul? disaat kita harus memilih antara mengikuti kebenaran dengan resiko kehilangan harta dan kedudukan atau menutup mata-telinga-hati serta tetap melanjutkan hidup seperti tak ada masalah.. Hmmm
Kalau ditelaah lagi sekarangpun, disetiap langkah, saya dihadapkan pada pilihan yang (kurang-lebih) sama bukan?.. Hmmm

0 komentar:
Post a Comment