May 03, 2007

22 Agustus 2006

Hari ini ketika berjalan menuju lab, saya melihat beberapa pemuda sedang berkumpul di depan prodi, sempat dalam hati terbersit ‘Kok pagi2 gini udah nongkrong, payah nih, pasti angkatan 2004 kebawah’.. Dalam cakrawala pemikiran saya, angkatan 2004 kebawah adalah angkatan yang lembek karena mereka tidak merasakan ‘kegiatan awal kampus’ seperti yang kami alami (tak usah lah saya beberkan kegiatan macam apa yang kami lalui dulu).. lalu saya berpikir, mungkin ini yang dirasakan oleh angkatan di atas saya terhadap angkatan saya bahwa kami ‘terlalu lembek’ karena memang pengalaman angkatan atas terhadap ‘kegiatan awal kampus’ terdengar lebih menyeramkan. Saya kemudian mencoba berpikir lebih jauh tentang bagaimana angkatan kakek saya memandang generasi kami ini yang tentunya tidak merasakan suka dukanya perang kemerdekaan… Lalu pertanyaan yang mengganggu adalah ‘apakah kami memang lebih lembek karena hidup yang kami jalani tidak ‘seseram’ orang2 jaman dahulu?’, ‘apakah kami generasi yang lebih buruk daripada generasi sebelumnya?’, ‘lalu apakah kami bersalah karenanya?’…

Selama hidup, manusia umumnya menginginkan agar anak-cucunya dihindarkan dari hal-hal yang buruk. Maka ia bekerja keras agar kehidupan (minimal kehidupan keluarganya) menjadi lebih baik. Dengan alasan itulah saya rasa pendahulu2 kita berperang , mungkin dengan alasan yang sama pula kartini berusaha mengikis feodalisme dengan memberikan pendidikan pada lingkungannya.. dan sekaranglah hasilnya, generasi kami hidup dalam masa yang ‘cukup damai’, lalu apa yang harus kita perjuangkan karena toh meskipun tidak berlebihan kita pun tidak kekurangan…

Benarkah begitu? Lemahkah kita? Haruskah kita belajar dari ketakutan lagi?.. mngkin jawabannya adalah tidak, kita tidak lebih lemah daripada generasi sebelum kita dan kita telah diberikan anugerah untuk tidak harus takut terlebih dahulu untuk memacu kita berjuang, kita juga tidak harus dididik dalam kultur perang perjuangan 45. disanalah terasa pentingnya sejarah. Dengan mempelajari dan menghayati sejarah kita dapat meniru semangat para pejuang, toh masih banyak tantangan yang di sediakan kehidupan, perjuangan kita disajikan dalam suguhan yang berbeda namun saya rasa semangat yang kita miliki tidak seharusnya kalah dengan para pendahulu kita…

0 komentar: