Hari ini di sebuah pengajian seorang akhwat berkata "Saras berat badannya nambah ya? Jadi tambah gendut, keliatan tuh dari pipinya". Twewew, sort of struck by lightning (yeah, i know i'm exaggerating). But to be honest, it's been months since i felt uneasy with my body (to be exact : my health).
Ketika kita kerja kantoran, maka minimal sepertiga waktu kita akan dihabiskan dengan olahraga jari (mengetik) dan mata (ngecengin komputer) saja. Setelah cape kerja, bawaannya pengen santai dan senang2, maka berakhirlah kita di sebuah meja makan, bioskop atau tempat karaoke (hehe). Selanjutnya, selayaknya orang Indonesia, rasa mengantuk akan datang sekejap menyusul rasa kenyang then we call it a day. Dengan demikian, pembakaran lemak praktis hanya terjadi melalui aktvitas berpikir (ngerasa ga sih kalo lagi mikir cepet banget lapernya). Nah, setelah dua atau tiga tahun efeknya baru terasa : gampang cape, cepet marah, lipatan lemak bermunculan, dan hasil medical check-up bikin kaki lemes dan jantung berdetak lebih kencang..
Back to the first story, thanks for the shock therapy, I've managed to refuse all temptations (eating those various delicious meals at lapangan merdeka and watching D13: ultimatum) and end up at a swimming pool doing 250 m lap without a pause then ate tiny portion of buncis cah daging sapi (and yes, without a rice). Tomorrow's schedule will be 15 minutes of treadmill and/or 500 m lap of swimming then (again) another night without carbo. I know it's quite ambitious, but we'll see...
note :
Tema pengajian siang ini adalah : Amanah...

2 komentar:
hohhh...
ini toh penyebabnya.. wkekekeke..
semangat saras! aku ikutan juga ahhh...
see,.....
I told u 3 months ago,bu !
wa ka ka ka,...
Post a Comment