January 26, 2010

buruk muka cermin (jangan) dibelah

Pagi itu di Balikpapan, ada tiga orang ibu-ibu tua berdandan rapi, mungkin akan menghadiri hajatan. Didepan pasar Klandasan, ketiganya memberikan tanda pada sang supir untuk berhenti lalu turun satu persatu. Entah apa yang ada dikepala sang supir, belum sempurna sang ibu ketiga mendaratkan kakinya di aspal, kendaraan sudah mulai melaju, maka tak ayal lagi tersuruklah sang ibu di aspal. Sungguh miris melihatnya, saya jadi teringat nenek di Bandung. Tapi bukan itu yang paling mengiris hati kawan, coba kau dengar apa yang dikatakan sang pengemudi angkutan kota, "Gimana sih bu, saya kira cuma berdua, habis bayarnya cuma untuk dua", saya percaya ibu-ibu tersebut tidak bermaksud untuk membayar kurang (ongkos 2 orang) karena sambil tertatih sang ibu masih menunaikan kewajibannya pada sang supir, bahkan tidak mengeluh. Dan coba dengar apa yang dikatakan oleh sang supir setelahnya "Saya kira cuma berdua karena bayarnya hanya untuk dua orang", tidak kawan ia bahkan tidak mengucapkan kata itu, "maaf".
Apa kabarmu pagi itu moral?

Siang itu di televisi, ada pengemban amanah rakyat berteriak-teriak sambil mengucapkan kata-kata tidak pantas sambil bertengkar dengan sesamanya. Jangan harapkan ia mengingat kata itu kawan, "maaf".
Apa kabarmu siang itu rasa malu?

Malam itu di suatu situs berita online, terpampang gambar satu kamar mewah dengan home theater, ruang kantor, sofa nyaman, beragam perlengkapan dan mainan bayi. Itu bukan kamar artis kawan, tapi sel seorang koruptor cantik (ya, siang itu ia sedang melakukan laser treatment dengan dokter pribadinya).
Apa kabarmu malam itu keadilan?

Akhir minggu kemarin, ada dua orang anak muda mengisi hari dengan berkunjung di sebuah gerai pemeliharaan tubuh  dan membeli produk-produk tidak essensial dengan total harga 1 kali UMR Jawa Barat.
Apa kabarmu empati?

tambahan :
Sebenarnya sambungan ini keluar dari topik, tapi saya gatal untuk tidak menuliskannya :

Dalam suatu media online, ada pernyataan dari seorang artis ibukota :
"Avatar itu film dengan budget paling besar pada tahun kemarin. Jadi aku rasa Avatar pantas menang,"
"Filmnya juga bagus banget ya. Waktu aku nonton filmnya sama papa aku, ternyata wow filmnya sudah kayak negeri dongeng dengan gambar animasi yang keren banget,"
"Itu kan ada yang 3D-nya, dan keren banget. Sementara film yang lain kan belum tentu 3D, jadi saingannya pasti lewat deh,"
Apa kabar logika dan akal sehat?

Mari kita sama-sama berkaca, mengenal dan memperbaiki diri...
membelah cermin bukanlah solusi..

0 komentar: