May 11, 2008

Trip to Bunaken... half planning and half nekat...


Sempet setengah ga percaya kita bisa pergi ke Bunaken + short-but-full-trip in Menado. Jadi... Thanks ya Bu Eka karena insist buat pergi dan rajin browsing (hehe maafkan temanmu yang malas ini)..


This Is the Preparation Stage (Quite simple actually)



So firstly, to make sure there will be no turning back, we bought airplane tickets. Alhamdulillah kita malah dapet tiket promo, Tiket Garuda pp. Balikpapan-Menado seharga 1,030,000 rupiah saja...



Secondly, Bu Eka seaching dan 'tender' resort yang oke tapi murah Setelah berbagai macam kebimbangan kami memilih Bastianos. Dengan pertimbangan ada di West side (yang menurut kacamata awam kami adalah best spot di Bunaken) dan harganya paling murah bo =)..



Thirdly, ngurusin leaving requisition dan hal2 lain yang berhubungan dengan dunia TEPI, huh gara2 common leave di batalin, jadi harus ngutang cuti.. Ngepak barang untuk dibawa ke bunaken, waaah hoodnya (tutup kepala untuk diving) belum dibeli. Untung ada si adik manis bernama dimas untuk mencari lokasi pembelian dan ada adik yang tak kalah manisnya berlabel Eka yang kebetulan harus ke Jakarta untuk membelinya (doumo arigatou minna), dek Eka ini bahkan tidak sempat membeli baju renang karena harus membeli hood (sumimasen Eka-chan)..



Last but not least... Prepare our guts coz we're gonna enter the un-known zone..



This is the story about a journey of two lost Ladies in the beautiful Island named Bunaken..



30 Apr 08


Pesawat ke Balikpapan-Menado cuma ada jam 21.40 WIB jadi setelah nyari2 kamera untuk Eka (tapi ga jadi karena harga kamera di Balikpapan teh geus kudu edun lah, mahal pissan) dan makan malam dengan johannam (kita nyoba makan di restoran Mandarin baru di daerah Klandasan, enak euy dan halal) kita langsung ke Bandara Sepinggan. Tadinya mau berangkat sendiri tapi si Jo yang baik hati insist buat nganterin neneknya yang masih muda dan cantik ini, yah lumayanlah, itung2 ada porter gratis.. Thanks ya Jo. Nunggu Eka yang akan transit dari Jakarta, tadinya janjian sama temennya mas Heru tapi ga tau yang mana hehe.



Sampe di Menado jam 11-an, Bandara di Menado tampak bersih dan nyaman, pastinya lebih oke daripada bandara sepinggan. Dari bandara ke hotel di jemput oleh Om Alex-Bastianos, perjalanan ke Hotel ga terlalu menarik karena emang udah malem jadi ga keliatan apa2 hehe. There are a lot of church in Menado. Menurut informasi dari Alex, pada hari Minggu diskotik ga beroperasi karena hari minggu adalah hari beribadah. Masih informasi dari Alex, di Menado orang2 hidup rukun dan termasuk kota yang aman. Kita dibooking-in Hotel deket pelabuhan berjudul Celebes. Kita bahas dulu sisi positif dari hotel ini, Selain terletak sangat dekat dengan pelabuhan jadi ga ribet ntar pagi 'nyebrang' ke Bunaken, dari restoran di lantai 6 kita juga dapet pemandangan yang cukup oke ke arah laut dan harganya ga gitu mahal. Nah sisi yang cukup mengganggu adalah Hotel ini terkesan 'remang-remang', mm mungkin juga kesan ini muncul karena mas2 resepsionisnya sangar banget dan karena penataan kamar2nya yang ribet. Anyway, kita melewati malam itu dengan selamat sentosa dan siap untuk menghadapi Bunaken..



1 May 08


Perjalanan dari Menado ke Bunaken dilakukan pada pukul 07.30 WITA. Di pelabuhan kita di jemput oleh pak Frans dengan kaos oblong, celana pendek, sepatu sendal dan ranselnya. Selanjutnya pak Frans akan menjadi diving master kita. Perjalanan dengan menggunakan perahu boat memakan waktu 0.5 jam dan sampai di Bunaken kita langsung disambut oleh sang Menado Tua, menurut Eka, gunung ini menjadi iconnya Bunaken.



Bastianos resort terletak di tengah pantai Liang. Pantainya lumayan, katanya kalo surut kita bisa liat coral juga (tapi sampe hari terakhir ga nemu tuh yang judulnya coral di pantai). Tapi seperti kebanyakan tempat di Indonesia, sampah menjadi masalah yang ngeganggu banget. Menurut warga Bunaken, sampah2 itu berasal dari Menado, tapi ga menutup kemungkinan juga kalo sebagian dari sampah berasal dari warga sekitar dan turis yang berkunjung ke sana.



Setelah makan siang (btw, makanan di Bastianos ennnnaaaakkkk), kita mulai nge-pas wet suit dan perlengkapan2 lain. Deg2an juga, tapi excited banget. Setelah dikasih briefing kita mulai latihan awal. Selama diving saras akan mendapat seorang buddy yang bernama Billy. Billy ini mahasiswa ecotourism dan sedang PKL di Bastianos, selanjutnya tentang Billy rasanya lebih baik kalo Eka yang menuturkannya ;). Karena kita cuma 2.5 hari di Bunaken maka ga sempet ngambil course jadi cuma sebatas intro doang. Yang menyenangkan dari intro adalah kita ga perlu repot2 ngatur buoyancy, jadi bebas ngeliat slope LUAR BIASA.. Pertama2 sempet panik juga karena kupingnya sakit dan mencet idung juga ga ngaruh, tapi akhirnya menemukan cara yang simple untuk mengatur tekanan di gendang telinga yaitu dengan menelan ludah hehe. Pokonya prinsip pertama adalah jangan panik, untuk saras cara biar ga panik adalah dengan percaya pada buddy yang ada di sebelah kita.. Coral di hari pertama ini menurut saras oke, despite cukup banyak juga terumbu karang yang mati. Kita bisa liat castnya finding nemo dan terpesona dengan warna2 coral. Waktu ~20 menit ga kerasa, mmm I love this activity.



Malemnya ga ga ada kegiatan yang berarti selain makan malam (dengan makanan yang tak kalah enak, terutama hidangan lautnya kerasa seger banget) karena ujan.



2 May 08


Pada hari kedua. diving dimulai setelah sarapan. Kami berdua bergabung dengan penyelam2 lain dari Jerman (sepertinya), hehe agak jiper juga soalnya ada anak kecil yang sepertinya udah jago. Oiya, rute hari ini adalah diving di Lekuan 3 menyusuri wall bunaken yang kenamaan. Hehe karena kita masih malu2 (nyemplung belakangan tapi selesai duluan) jadinya malah dianggap oleh para bule kita cuma boat trip bukannya diving karena pas ketemu mereka nanyanya "Did you enjoy the boat trip?", jadinya kita nyengir kuda doang sembari misuh2 dalam hati.. Anyway, pemandangan bawah airnya luar biasa. Wall bunaken emang keren banget, warnanya kaya baju rama aipama (hehe norak bangetkan analoginya, masih kenal ga sih sama dia??) dari atas sampe bawah warna2 terang kaya merah, pink, kuning, ungu, orange dll nyampur jadi satu, trus ada ikan2 kecil sembunyi di antara coral2, ada ikan jelek warna biru, ada ikan cantik warna pink yang sembunyi di coral warna pink (ih mirip si dwi pisan, sok matching =)), sempet main2 sama nemo dan hampir nabrak coral.. Diving hari ini memakan waktu 40 menit dan mencapai kedalaman 12 m (mm lupa, tapi pokoknya pa Frans ga boleh tau ya!!!). Huff menyenangkan..
Malem harinya kita api unggun bareng2 di pinggir pantai (para diving master, divers dari Portugis dan dua divers pemula dari Borneo).. Acaranya lumayan oke tapi jadi nyesel kita ngga prepare apa2 soalnya pas disuruh ngasih performance dari Borneo, Saras sama Eka cuma bisa bengong sambil berpandangan bodoh.. Makannya sekarang bertekad untuk belajar nari biar kalo kemana2 bisa unjuk gigi (hehe senyum cemerlang senyum pepsodent =)).. Akhirnya kita berpartisipasi dan bergabung dengan para dive master menari tarian 'dadakan kik kuk kik kuk', lumayan lah sedikit eksis.. Oiya catatan tentang langit malam di Bunaken --> Subhanallah, luar biasa, ngeliatnya aja sampe breathless..


Luar biasa bagaimana Allah melukis alam dari material paling besar hingga unsur yang tersembunyi, menggambar semesta dalam terang hingga gelap malam..
Sempet inget satu kalimat "angin mewujud dalam gemerisik dedaunan", maka alam ini adalah wujud dari kekuasaan dan kesempurnaan Sang Pemilik nya..


3 May 08

Karena masih pusing setelah diving kedua, maka kami memutuskan untuk tidak diving dan mempercepat kepulangan kita ke Menado..

Menado, just like coming home to Bandung but plus a bunch of churchs


Petualangan di Menado adalah 99% spontan.. Bermula dari ngobrol2 dengan pak penjemput dari Bastianos dan terbujuk rayuan si Alex, maka tanpa perhitungan panjang kami segera meng-iya-kan hehe..

Perjalanan di mulai dengan melihat Menado dari atas gunung, pemandangannya biasa aja tapi yang aneh tuh baru kali ini liat di gunung banyak pohon kelapa (perasaan mah selama ini liat pohon kelapa adanya di pantai)...

Tempat kedua adalah Danau Linau... Katanya warna air di danau ini bisa berubah-ubah. Pemandangan di danau ini keren banget, tempat wisata ini dikemas bagus dan rapi jali, mirip kaya tempat2 nongkrong di Bandung...

Selanjutnya adalah Bukit Kasih, jadi di puncak bukit kasih ini ada tempat ibadah dari 5 agama yang diakui di Indonesia.. Lumayan sih tempatnya, cuma kurang perawatan jadi rumah2 ibadahnya banyak yang rusak.. Ih orang2 di Menado putih2 dan manis2, anak2 kecilnya juga lucu2 =)..

Objek wisata selanjutnya yang kita jelajahi adalah danau Tondano.. Yang menarik adalah perjalanan ke sananya. Ternyata daerah Minahasa miriiip banget sama desa2 di Jawa, ada banyak sawah, banyak sapii, banyak burung2 sawah, ada gunung dan rumah2 kayu, hmmm luar biasa.. Meskipun danau Tondano lebih besar dari danau Linau, tapi lebih nyaman di linau karena lebih terawat.. Oiya, mengenai masalah makanan, makanan di Menado enak2 looohhhh.

Hmmm, apa lagi ya.... udah dulu ah, udah kebanyakan... Ntar disambung lagi kalo keingetan yang seru =)..

Can't wait for the next trip...


2 komentar:

Tirta Kusuma said...

salam kenal sebelumnya...
wah...bunaken...
insyaallah klo ada kesempatan aku mo ke sana ahh...

Anonymous said...

Ass.. Hi, aku mo tanya2 dong tentang tripmu ke bunaken.., rencana klo sempat n memungkinkan mo ke sana juga.. langsung jatuh cinta sama bunaken pas liat di TV ^0^,,

Aku mo tanya ttg biaya.., guidenya, resortnya, dll.. boleh nda??

emailku: naloerita2883@yahoo.com

thks y..