December 15, 2010

ketika tiba waktunya

Alhamdulillah selama ini saya termasuk anak yang sangat beruntung dalam hal materi, kami tidak kekurangan meskipun juga tidak hidup berlebihan. Saya selalu bersyukur karena memiliki orang tua yang bijaksana dalam menentukan prioritas, pendidikan dan kebutuhan kami selalu jadi nomer satu. TV sony tua papa, kulkas mama yang pintunya harus (literally) di lepas kalau mau mengakses benda2 didalamnya dan jarangnya mama-papa membeli baju baru hanyalah sedikit dari bentuk komitmen mereka.

Ketika kemarin papa memasuki masa pensiun, saya jadi belajar banyak. Kalau biasanya gaji bulanan hanya saya syukuri, simpan dan lebih banyak dikonsumsi untuk kebutuhan sekunder, sekarang saya jadi belajar memikirkan kebutuhan masa depan saya dan keluarga, juga belajar memilah-milah kebutuhan primer dan sekunder. Saya jadi sedikit lebih rajin untuk memilih-milih barang "Adakah yang lebih bagus dan murah?".  Apakah saya telat belajar? saya rasa tidak, malah inilah saat yang paling tepat. Mungkin jika pembelajaran ini "ditawarkan" terlalu cepat, suatu saat saya akan menyesal karena tidak pernah memiliki "pengalaman" menyenangkan dalam hal "berpenghasilah tanpa tanggung jawab personal yang  berarti". Juga jika hal ini datang lebih lama, mungkin saya akan sudah sangat terbiasa hidup tanpa tanggung jawab dan ketika waktu itu tiba saya akan merasa terbebani.

Memang benar ternyata, tanggung jawab membuat kita lebih cepat dewasa. Parameternya? buat saya, perasaan dan perubahannya hanya bisa dirasakan. Namun yang pasti, sampai saat ini, semua masih menyenangkan :).

Ada lagi yang saya pelajari dari masa pensiun papa, seletih-letihnya kita malakukan pekerjaan yang kita sukai, tetap lebih menyenangkan daripada tidak melakukan apa2. Memang dalam dunia ini tidak ada yang bertahan selamanya, ada satu kala ketika kita harus menapaki jalan baru yang terasa asing dan kehilangan rasa aman. "Mais, c'est la vie" seperti kata mantan bos saya. Semoga papa menemukan kembali "rasa aman"nya, sedangkan buat saya, saya mau menikmati pekerjaan saya seoptimal mungkin (yang mungkin berarti lembur :p). Hey, apapun yang orang bilang tentang perusahaan ini, saya sangat sangat beruntung dan bersyukur bisa bekerja disini..

when you learn that your knowledge will always be limited
you'll be a great student
when you know that life is a spinning wheel
you'll be thankful for whatever you've got now
when you wise enough to realize all of that
you can not be anything but humble


3 komentar:

Dian said...

Totally agree!

karena kalau dipikir dalam sehari kita cuma butuh 3x makan yg sehat bukan yg mahal; pakaian yang bersih bukan yang mahal; waktu yang menyenangkan bukan h/liburan yang mahal;

Anonymous said...

dan terima kasih untuk saras yang sudah menularkan virus hematnya kepada eka ^^

mari kita mengencangkan ikat pinggang, yosh!!

febs said...

sarasce,
kamu tidak datang ke acara-brainwash, tapi nampaknya berhasil di-brainwashed.

hehehe.. tapi no offense kok ras.

setuju buat mensyukuri semua rejeki yang kita terima, whatever it is. karna selalu ada orang yang kurang beruntung dibandingkan kita =(

masa-masa menabung dan hidup prihatin sudah datang kembali.

semangat!