--Unsent letter untuk kakak tersayang--
Assalammu'alaikum wr. wb..
Semoga keselamatan, rahmat dan berkah Allah selalu bersamamu..
Hi, mungkin kau tak akan pernah menyangka aku akan menulis surat padamu, kita tidak pernah terlalu dekat dan mungkin tak akan pernah lagi saling mengenal lebih jauh. Untukku, kehadiranmu selalu istimewa. Kau adalah salah satu orang yang menyadarkanku soal berbagi, berprinsip, bermimpi dan berjuang demi mimpi2 itu. Betapa banyak tirai yang kau singkap agar aku melihat bahwa dunia sesungguhnya lebih besar dari diriku sendiri. Ingatkah kau bara yang pernah kau sulut pada diri kami, menyadarkan kami bahwa masih banyak hal yang harus dilakukan untuk membenahi bangsa ini, tak ada tempat dan waktu untuk mengeluh. Kau seperti matahari, penyokong kehidupan semesta.
Setelah terdampar ditempatku kini, bara itu mulai redup dan mendingin. Aku bingung dan resah, apa yang ku anggap penting dengan mudahnya dicampakkan oleh orang2 sekelilingku. Aku hampir kehilangan kepercayaan bahwa seseorang dapat memiliki idealisme dalam kehidupan nyata, hanya sosok papa dan mamalah mercusuarku, namun cahayanya semakin redup. Dunia macam apa ini?.. Apakah kau tahu doaku saat itu?.. Wahai Sang pemilik langit dan bumi yang menggenggam jiwa2 kami, janganlah lepas tuntunanMu, anugerahkan diri yang lemah ini ketenangan hati, isilah kehampaan ini dan berilah hamba kekuatan dan petunjukMu..
Lalu Sang Pengabul Segala Doa mengantarku kepadamu dan mempermudah jalanku. Sore itu kau memanggiku, tak pernah sebersitpun sangka kau akan berada disana, tambah lagi kaulah yang memanggilku (ternyata masih bisa mengingat namaku walau pertemuan kita dapat dihitung dengan jari). Kau bicara bagaimana kini kau berjuang membangun mimpi2, dan kini langkah bayi itu dipaparkan dengan senyuman sesejuk pagi dan mata secemerlang bintang. Saat itu hampir saja aku menangis penuh syukur, masih ada seorang manusia yang menyelam dalam dunia ini sambil menggenggam segala idealisme dan mimpi2nya, tak kau gadaikan mereka demi semua kenyamanan itu. Masih ku ingat kau yang kutinggalkan waktu itu, sosokmu membelakangi matahari, siluet yang bahkan lebih menyilaukan dari sang surya. Aku kembali ke kota ini dengan bara yang baru dan Segala puji bagi Sang Maha Penuntun untuk memberiku kesempatan mengisi kehampaan hati dan menjadi manfaat bagi orang lain. Ia juga lah yang mempertemukanku dengan matahari2 lain sepertimu.
Menjadi dewasa untukku bukanlah menjadi tahu tentang segala sesuatu dan selalu benar, menjadi dewasa berarti menentukan pilihan dan bertanggung jawab atasnya, benar atau salah. Sama seperti kita saat ini, mengambil pilihan2 yang kadang tidak semua orang setuju atasnya. Hal itu mungkin akan menyeret pada kegelapan yang belum pernah kita alami sebelumnya. Yang tertinggal mungkin hanya perasaan sepi dan hampa. Maka semoga pada saat itu kita selalu berpegang padaNya, karena "Bersama kesulitan ada kemudahan" adalah janjiNya.
Apapun yang terjadi nanti, kau pasti dapat menanggungnya.
karena kau tidak pernah sendiri
dan karena kau adalah matahari yang akan tetap datang apapun yang terjadi untuk mengisi pagi, menerangi bumi.
Semoga Allah Yang Maha Baik tak melepaskan genggamanNya padamu, juga padaku.
Sampai bertemu lagi wahai sukma bhaskara.
Wassalamu'alaikum wr. wb.
1 year ago

10 komentar:
Ajeng..ternyata gak berubah :) ayo jeng, semangaat..kalau ada kemauan, pasti ada jalan..tangan kita ga cukup untuk menggenggam satu bangsa, tapi hati kita punya ruang yang lebih dari cukup untuk membelai dunia (ini sesuai ma konten tulisan ajeng ga siiy??) :D. Btw, sukma bhaskara disini nama org kah?
iya nov, semangat nih :)..
sukma bhaskara yang dimaksud diatas bukan nama orang..
sukma : jiwa
bhaskara : matahari..
lagian kalo sebut nama ntar malah pada mikir yang engga2..
Sehat terus ya nov, 3 months to go :)
saras, mana surat unutk dian?
ih dian, minta mas mu lah untuk bikin surat, masa dari ik...
ahai ahai,...
indefensibility, still 'bout ****...
it's a gift actually, u' should be thankful ;)
dan lebih bagus, disampaikan pada waktunya,...
"relakan aku seperti aku relakan semua"
-"father sky"-
-{last connection trial}-
ajeng.. terharu..
chachaa..
Dah lama ga ketemu ya bu..
gw juga terharuu..
saras, bagus tulisanya...
Seneng banget dengernya (walau telat). Barakallah ya..mudah2an lancar. Jangan lupa undang2 ya..
Post a Comment