Sekitar semingguan ini lagi rame2nya berita berseliweran di departemenku tercinta. Tentang apa gossipnya ga bakal dipaparin disini karena ga penting juga.. Tapi alhamdulillah,banyak hikmah yang bisa diambil..
Berita2 dibelakang (e.g. gosip) membentuk opini umum terhadap sesuatu atau seseorang, bahkan dapat menjadi kesan pertama. Namun berita tanpa asumsi2 bagai sayur tanpa garam, jadilah berita ini berkembang dengan tambahan2 yang kadang lebih banyak daripada berita awal. Proses ini menyebabkan berita jadi bias dan biasanya dilanjutkan dengan justifikasi dari sudut pandang yang sempit.
Banyak kerugian dari gosip dan sodara2nya, salah satunya yang kerasa sekarang adalah kita kehilangan bagian terbaik dari sesuatu/seseorang karena opini yang udah terbentuk sebelum mendalami suatu hal/seseorang. Analogi mungkin sama kaya anggapan orang tentang ilmu kimia, dari yang udah2 sih percakapan umumnya bakal kaya gini :
A : "Kuliah dimana?"
B : "Kimia murni"
A : "Ih ko mau, kan kimia susah"
Nah lo, padahal kimiakan ilmu yang kita terapkan setiap hari..
Kemarin ada temen yang bilang "Kalian dibicarain sama anak2 loh (bukan tentang hal yang positif, red)". Bingung juga sih nanggepinnya karena itukan diomongin dibelakang dan kebetulan kita bukan jenis bapak2 orde baru yang nerapin undang2 subversif, so, it's purely your choice and it will define who you really are. Sebenernya lebih milih kalo diomongin langsung dimuka jadi bisa diskusi, but then again, it's your choice my dear.
Hehe ini buat gw juga sih, tuh saras makanya ngomong dong, jangan diem aja :p
1 year ago

3 komentar:
Hihihihi...
Setuju ka Saras, drpd ngomong dibelakang mending langsung aja ya ;)
MBAL gimana btw? hihihhihi
.."lebih milih diomongin langsung "dimuka".............,
wa ka ka ka,...
nice
ehm galing.... Hehe piss
Post a Comment