September 18, 2010

tentang dunia akhir-akhir ini

Dari Wikipedia, Ilustrasi dibuat oleh
Vilhelm Pedersen
(Ilustraror pertama Andersen)
Pernah baca cerita "The Emperor's New Clothes"? Cerita anak-anak karya Hans Christian Andersen ini mengisahkan tentang seorang Raja parlente yang sangat peduli pada penampilannya. Pada suatu hari, ada dua orang penjahit yang berjanji untuk menjahitkan pakaian untuk acara kenegaraan, pakaian ini dijanjikan akan menjadi yang paling bagus yang pernah ada dan dibuat dari kain yang hanya tampak oleh orang pintar, tentu saja sang raja sangat tertarik untuk mencobanya. Pada hari yang ditunggu2, sang raja mencoba mengenakannya dan mematut dirinya di depan kaca, ia tak dapat melihat selembar kainpun tapi berpura-pura melihatnya karena takut terlihat bodoh. Hal ini juga terjadi di seluruh jajaran meteri dan para pembesar. Akhirnya sang raja berpawai keliling kota dengan "pakaian barunya". Selama pawai tak ada yang berani berkata apa2, sampai seorang anak berkata "Hei, Raja tidak memakai baju", lalu semua orang tersadar. Sang Raja pun kaget dan curiga bahwa perkataan anak itu mungkin benar *duh*, namun sedetik kemudian ia berdiri angkuh dan melanjutkan pawai. 

Menurut saya Hans Christian Andersen seorang jenius, ia mampu menganalogikan keadaan yang "ruwet" dengan cerita sederhana. Beliau mungkin seorang pengamat politik dan antropolog sejati. Mungkin keadaan politik Denmark tahun 1890-an mirip dengan keadaan Indonesia sekarang. Atau mungkin dunia politik memang tidak pernah berubah. 

Lepas dari masalah politik yang tidak pernah ingin saya mengerti, saya rasa kita sudah mulai memakai pakaian sang Raja. Dengan materialnya berupa blog, facebook, twitter, youtube dan sarana lain; kemudian kita berpawai dengan meng upload "diri" kita di kerajaan maya. Saat seorang (atau beberapa) anak kecil (sebut saja orang waras) berteriak "Hei orang itu sinting dan tidak bermoral", kita terkejut terus berpikir dan sedetik kemudian kita mengangkat dagu dan kembali berpawai sambil berpikir "Huh orang ketinggalan jaman, ini kan negara bebas" *duh*...

0 komentar: